logo

  • Jumat, 7 Juni 2024

15 Contoh Soal Tentang Berani PENDIDIKAN Anti Korupsi Beserta Jawaban dan Penjelasannya

contoh soal tentang korupsi (Pixabay/sajinka2)

Akarsari.com – Contoh soal tetang korupsi dan berani melawan korupsi bisa menjadi alternatif untuk menguatkan kepedulian dan keberanian melawan koripsi.

Terkhusus tentang pendidikan anti korupsi yang semestinya sudah dimulai dari usia dini.

Sebab, permasalahan korupsi di Indonesia sudah semakin menjadi-jadi.

Tercatat negara sudah sangat dirugikan akibat adanya tindak pidana korupsi di berbagai lini pemerintahan.

Baca Juga: 15 Contoh Korupsi di Sekolah dan Aktivitas Sehari-hari Terbaru 2023, Semua Wajib Tahu Perilaku Koruptif ini

Berikut adalah contoh soal berbentuk pilihan ganda dan essay tentang pedidikan anti korupsi yang bisa kamu jadikan sebagai bahan belajar.

Pilihan Ganda

1. Dibawah ini adalah bentuk tindak pidana korupsi kecuali

A. Penyuapan kepada hakim B. Pengambilan dana masyarakat untuk keperluan pribadi C. Perilaku geng motor Jawaban: C

Baca Juga: 40 Kata Dasar Yang LULUH dan TIDAK LULUH Diberi Awalan Me, Beserta Contohnya Dalam Kalimat SPOK

2. Korupsi dari bahasa latin yaitu corruptio dari kata ...... A. Corrumpere B. Corruption C. Corrupt Jawaban: A

3. Jika melihat praktik korupsi oleh aparatur desa, kita bisa melapor kemana?

A. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) B. KPU (Komisi Pemiliha Umum) C. Wartawan Jawaban: A

4. Salah satu perilaku buruk yang ada disekolah yakni membeli makanan tapi tidak membayar, apakah itu masuk dalam kejahatan?

Baca Juga: 150 Daftar Kata Berawalan G Untuk Referensimu

Info Lowongan Kerja dan Magang Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Terbaru Bulan September 2022

Artikel Selanjutnya

Info lowongan kerja dan magang komisi pemberantasan korupsi atau kpk terbaru bulan september 2022.

Editor: Wawan Syafus

pendidikan anti korupsi

Contoh soal, artikel terkait.

Info Lowongan Kerja dan Magang Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Terbaru Bulan September 2022

Hari Anti Korupsi Sedunia, Inilah Kata-kata Ucapan Spesial Hari Anti Korupsi Sedunia 2022, Cocok Jadi Caption

12 Kata-kata Ucapan Quotes Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 Penuh Makna, Bagikan di Media Sosial

12 Kata-kata Ucapan Quotes Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 Penuh Makna, Bagikan di Media Sosial

Kumpulan Kata-kata Menarik Ucapan Hari Anti Korupsi Sedunia 2022, Jadikan Caption di Media Sosial Kamu

Kumpulan Kata-kata Menarik Ucapan Hari Anti Korupsi Sedunia 2022, Jadikan Caption di Media Sosial Kamu

Inilah Kumpulan Ucapan Hari Anti Korupsi Internasional yang Bisa Anda Bagikan di Media Sosial

Inilah Kumpulan Ucapan Hari Anti Korupsi Internasional yang Bisa Anda Bagikan di Media Sosial

Berikut Kata-kata Hari Anti Korupsi Sedunia yang Diperingati Setiap 9 Desember, Jadikan Status di Medsos

Berikut Kata-kata Hari Anti Korupsi Sedunia yang Diperingati Setiap 9 Desember, Jadikan Status di Medsos

12 Kata-kata Ucapan Hari Anti Korupsi Sedunia yang Cocok Dijadikan Caption pada 9 Desember 2022

12 Kata-kata Ucapan Hari Anti Korupsi Sedunia yang Cocok Dijadikan Caption pada 9 Desember 2022

15 Contoh Korupsi di Sekolah dan Aktivitas Sehari-hari Terbaru 2023, Semua Wajib Tahu Perilaku Koruptif ini

15 Contoh Korupsi di Sekolah dan Aktivitas Sehari-hari Terbaru 2023, Semua Wajib Tahu Perilaku Koruptif ini

Rekomendasi.

contoh essay pendidikan anti korupsi

4 Posisi Disediakan Oleh Bank Citra Dalam Lowongan Kerja Area Lampung Deadline 18 Juli 2024, Ayo Buruan Daftar

contoh essay pendidikan anti korupsi

Pemadaman Listrik di Lampung Rugikan Banyak Pihak, PLN Dituntut Ganti Rugi dan Bertanggung Jawab, Warga: PLN Harus Fair Dong

contoh essay pendidikan anti korupsi

Maknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Pulihkan Ekosistem dan Lawan Perubahan Iklim Melalui Program BRI Menanam - Grow & Green

JAWABAN: Bagaimana Perwujudan Nilai-nilai Pancasila dalam Bidang Pertahanan Keamanan di Lingkungan Masyarakat

JAWABAN: Bagaimana Perwujudan Nilai-nilai Pancasila dalam Bidang Pertahanan Keamanan di Lingkungan Masyarakat

JAWABAN: Strategi yang Dapat Dipertimbangkan Agar Dapat Mengalami Pertumbuhan yang Positif dan Pada Kapasitas Maksimal Disemua Sektor

JAWABAN: Strategi yang Dapat Dipertimbangkan Agar Dapat Mengalami Pertumbuhan yang Positif dan Pada Kapasitas Maksimal Disemua Sektor

14 Contoh Soal Essay Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Ayo Berlatih

14 Contoh Soal Essay Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Ayo Berlatih

Baru, 10 Soal Essay Pendidikan Pancasila (PKN) Kelas 4 Semester 2 Beserta Kunci Jawabannya, Ayo Belajar

Baru, 10 Soal Essay Pendidikan Pancasila (PKN) Kelas 4 Semester 2 Beserta Kunci Jawabannya, Ayo Belajar

JAWABAN : Bagaimana Pendapat Kalian Mengenai Pentingnya Mempelajari Sejarah Keluarga? Ini Jawaban yang Bisa Diberikan

JAWABAN : Bagaimana Pendapat Kalian Mengenai Pentingnya Mempelajari Sejarah Keluarga? Ini Jawaban yang Bisa Diberikan

JAWABAN : Alasan Mengapa Sagu Merupakan Produk Pangan Lokal yang Sangat Menjanjikan pada Masa Mendatang

JAWABAN : Alasan Mengapa Sagu Merupakan Produk Pangan Lokal yang Sangat Menjanjikan pada Masa Mendatang

JAWABAN: Anda Adalah Seorang Cost Planning Specialist yang Memainkan Peran Utama dalam Perencanaan, Pengendalian, dan Penentuan Cost Perusahaan

JAWABAN: Anda Adalah Seorang Cost Planning Specialist yang Memainkan Peran Utama dalam Perencanaan, Pengendalian, dan Penentuan Cost Perusahaan

Baru! 10 Soal Essay UAS Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka Beserta Kunci Jawabannya

Baru! 10 Soal Essay UAS Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka Beserta Kunci Jawabannya

JAWABAN: Jelaskan Secara Ringkas Amanah-amanah Mendasar Bagi Pemegang Kekuasaan Politik Menurut QS. Al-Baqarah/2: 151!

JAWABAN: Jelaskan Secara Ringkas Amanah-amanah Mendasar Bagi Pemegang Kekuasaan Politik Menurut QS. Al-Baqarah/2: 151!

Ayo Berlatih! 20 Contoh Soal Essay Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka Beserta Kunci Jawabannya

Ayo Berlatih! 20 Contoh Soal Essay Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka Beserta Kunci Jawabannya

JAWABAN : Sebagai Generasi Muda Supaya Tidak Tertinggal Terkait dengan Teknologi Semakin Maju, Apa yang Kalian Lakukan Supaya Tidak Tertinggal?

JAWABAN : Sebagai Generasi Muda Supaya Tidak Tertinggal Terkait dengan Teknologi Semakin Maju, Apa yang Kalian Lakukan Supaya Tidak Tertinggal?

JAWABAN : Sebagai Generasi Muda Apa yang Bisa Kalian Lakukan Supaya Indonesia Semakin Maju Kedepannya?

JAWABAN : Sebagai Generasi Muda Apa yang Bisa Kalian Lakukan Supaya Indonesia Semakin Maju Kedepannya?

JAWABAN : Hal Apa Saja yang Dapat Dilakukan Sebagai Generasi Milenial Seperti Sekarang Agar Dapat Berpartisipasi dalam Kemajuan Bangsa?

JAWABAN : Hal Apa Saja yang Dapat Dilakukan Sebagai Generasi Milenial Seperti Sekarang Agar Dapat Berpartisipasi dalam Kemajuan Bangsa?

JAWABAN: Gambarlah Kerangka Kerja Elemen-elemen Pengendalian Internal dan Jelaskan dengan Singkat! Sertakan Referensi Saudara!

JAWABAN: Gambarlah Kerangka Kerja Elemen-elemen Pengendalian Internal dan Jelaskan dengan Singkat! Sertakan Referensi Saudara!

JAWABAN : Apa yang Harus Dilakukan Oleh Generasi Muda Terutama Kamu Sendiri Sebagai Generasi Muda Dalam Memperingati Hari Pahlawan?

JAWABAN : Apa yang Harus Dilakukan Oleh Generasi Muda Terutama Kamu Sendiri Sebagai Generasi Muda Dalam Memperingati Hari Pahlawan?

JAWABAN: Apa Pesan Penting yang Dapat Diambil dari Sumpah Pemuda Bagi Generasi Muda Indonesia Saat Ini

JAWABAN: Apa Pesan Penting yang Dapat Diambil dari Sumpah Pemuda Bagi Generasi Muda Indonesia Saat Ini

JAWABAN: Sebutkan dan Jelaskan Hal-hal Apa Saja yang Harus Dilakukan Pemuda Generasi Sekarang ini Untuk Mencerminkan Isi Peristiwa Sumpah Pemuda

JAWABAN: Sebutkan dan Jelaskan Hal-hal Apa Saja yang Harus Dilakukan Pemuda Generasi Sekarang ini Untuk Mencerminkan Isi Peristiwa Sumpah Pemuda

Baru! 20 Soal Essay PAI Kelas 7 Semester 2 Kurikulum Merdeka Beserta Kunci Jawabannya, Ayo Berlatih

Baru! 20 Soal Essay PAI Kelas 7 Semester 2 Kurikulum Merdeka Beserta Kunci Jawabannya, Ayo Berlatih

10 Pertanyaan Tentang Pungli, Pungutan Liar dan Paksaan Membayar atau Pemerasan

10 Pertanyaan Tentang Pungli, Pungutan Liar dan Paksaan Membayar atau Pemerasan

Baru! 31 Soal Essay IPS Kelas 7 Semester 2 Kurikulum Merdeka Beserta Kunci Jawaban, Ayo Berlatih

Baru! 31 Soal Essay IPS Kelas 7 Semester 2 Kurikulum Merdeka Beserta Kunci Jawaban, Ayo Berlatih

Kembali dinobatkan sebagai tempat kerja terbaik oleh hr asia, bri semakin buktikan komitmen terhadap pengembangan karyawan perusahaan, orang yang tidak suka keluar rumah disebut apa apakah termasuk introvert, berikut penjelasannya, kemitraan pili, gojek dan jejak.in serta 2 kth di lampung selatan sukses tanam belasan ribu bibit pohon mpts, aksi solidaritas palestina: darling dompet dhuafa lampung tebar kebaikan di kerumunan tugu adipura.

Ruang Seni

Contoh Esai Tentang Korupsi di Indonesia

Contoh Esai Tentang Korupsi di Indonesia – Esai merupakan sebuah karangan dengan bentuk prosa yang di dalamnya berisikan pendapat tentang suatu topik atau masalah tertentu. Secara umum esai ditulis oleh seorang esais (sebutan untuk penulis esai) dengan tujuan menanggapi masalah atau problematika aktual yang tengah terjadi di lingkungan masyarakat.

Berikut contoh esai tentang korupsi :

Menelisik Aktivitas Korupsi dan Aktor yang ‘Bermain Cantik’ di Dalamnya

Korupsi adalah permasalahan laten yang seolah menjadi hal biasa di negeri ini. Berbagai kasus korupsi satu per satu terbongkar. Para koruptor sejatinya tak hanya berasal dari golongan politisi saja. Beberapa diantaranya adapula yang merupakan seorang pengusaha, petinggi negara, penegak hukum, polisi, pegiat media, bahkan para pelaku seni (artis). Meskipun mereka tidak secara langsung berperan sebagai eksekutor korupsi, akan tetapi mereka turut mengambil peranan penting dalam memuluskan aksi kejahatan yang satu ini. Rasa-rasanya tidak perlu untuk menyebutkan secara langsung siapa saja yang pernah terlibat dalam kasus korupsi dalam ranah profesi yang telah dijabarkan di atas. Masyarakat pun saat ini telah mengetahui secara terang benderang melalui berbagai informasi yang dengan mudahnya di akses di era digital seperti sekarang ini.

Perilaku korupsi sejatinya tidaklah mampu dilakukan secara seorang diri. Ada oknum tertentu yang turut membantu dalam prosesi perilaku kriminal jenis ini. Oleh karenanya, dalam satu kasus korupsi seringkali kita temukan lebih dari satu orang yang terjerat hukum atas kasus tersebut. hal ini cukup membuktikan bahwa korupsi sesungguhnya tak dapat dilakukan seorang diri. Misalnya saja dalam kasus korupsi impor gula. Dalam ranah ini setidaknya melibatkan beberapa lembaga atau perseorangan yang ‘bermain’ di dalamnya. Beberapa diantaranya adalah kementrian terkait, anggota dewan, pengusaha, dan beberapa otoritas lainnya. Kementrian dalam hal ini adalah pihak yang mengajukan instruksi secara formil atas permintaan korporasi pengusaha. Sedangkan wewenang legislasi berada pada anggota DPR dalam hal perizinan dan lain sebagainya. Adapula otoritas lain yang turut ‘bermain’ di dalamnya dalam lingkup kecil.

Melihat contoh kasus di atas tentu dapat dikatakan bahwa korupsi merupakan suatu kejahatan penyalahgunaan wewenang publik yang dilakukan secara kolektif dan terencana. Agar dapat meminimalisasikan tindak kejahatan ini rasanya dibutuhkan sistem serta formulasi yang khusus. Beberapa diantaranya adalah dengan memberlakukan beberapa point dalam sistem perundang-undangan untuk memperkuat hukum serta menutup peluang terjadinya praktek kejahatan tersebut. Namun hal ini juga nampaknya akan sulit dilakukan karena legislasi berada di bawah naungan anggota legislatif yang diusung oleh partai politik. Sedangkan peran partai politik saat ini tak lebih dari sebuah EO (Event Organizer) bagi penyelenggaraan calon kepala daerah dan calon legislator untuk maju ke ranah panggung politik. Tak jarang partai politik juga mengharuskan kadernya yang ingin mencalonkan diri untuk menjadi kepala daerah atau legislator untuk membayar mahar dalam jumlah tertentu yang terbilang cukup besar. Pada initinya, dewasa ini partai politik belum mampu menjadi sebuah mesin pengkaderan yang mampu mencetak para pemimpin jujur, adil, piawai, ulet, bertanggungjawab, dan lain sebagainya.

Sekelumit masalah yang merupakan asal muasal perilaku korupsi juga terjadi pada saat menjelang pemilihan kepala daerah. Seringkali dalam event yang penyelenggaraannya memakan dana APBN yang cukup besar ini turut pula melibatkan para ‘cukong’ dari pihak swasta. Para ‘cukong’ ini secara teknis mendanai calon kepala daerah tertentu dengan sebab perjanjian tertentu pula. Sehingga kepala daerah yang menjabat tak lain adalah boneka dari para ‘cukong’ tersebut. Seringkali di beberapa negara di belahan dunia ini ditemukan fakta bahwa penguasa sesungguhnya dalam suatu negeri adalah para pengusaha asing. Dengan adanya korelasi antara korporasi dengan pejabat negara tentu hal tersebut sangat rentan terjadi praktek-praktek korupsi dalam jumlah yang begitu besar.

Fenomena Budaya Korupsi di Indonesia

Sadar ataupun tidak perilaku korupsi telah menjadi budaya dalam kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlebih lagi pada tata kelola sistem birokrasi dan lembaga lainnya. Perilaku korupsi dapat dengan mudah kita temukan dalam aktivitas keseharian dalam hidup kita. Seolah perilaku ini telah menjadi bagian dalam hidup yang telah mengakar kuat di dalamnya sehingga terasa begitu sulit untuk mengikis perilku yang telah membudaya ini.

Dalam lingkup kecil korupsi ada di berbagai sendi kehidupan masyarakat. Sebagai contoh dalam tata kelola birokrasi kelurahan. Seseorang hendak memperpanjang masa berlaku kartu tanda penduduk (KTP) di kantor kelurahan setempat. Dalam prosesi pembuatan KTP tersebut, pihak kelurahan mengambil pungutan dengan dalih biaya administrasi. Sebenarnya tidak menjadi masalah jika memang ada aturan yang memberlakukan adanya pungutan biaya administrasi dalam kepengurusan tersebut. Masalahnya adalah besaran nominal yang dipungut akan menentukan cepat atau lambatnya proses pelayanan. Tentu hal ini tidak dibenarkan dan tindakan semacam ini tergolong ke dalam perilaku korupsi.

Dalam dunia pendidikan juga kerap terjadi praktek-praktek berbau korupsi. Kasus yang sering terjadi adalah oknum guru yang menjual buku materi tertentu kepada muridnya. Secara kasat mata tentu hal ini adalah sesuatu yang biasa saja. Namun praktek jual beli ini menjadi tidak dibenarkan ketika seorang guru mewajibkan murid-muridnya untuk membeli buku kepadanya tanpa memperbolehkan mengambil alternatif lain selain membeli buku kepadanya. Misalnya saja dengan meminjam di perpustakaan, memakai buku lama, atau membeli di toko buku. Terlebih lagi buku yang berasal dari guru tersebut terbilang lebih mahal dibandingkan yang dijual di pasaran dan akan berpengaruh signifikan terhadap nilai siswa. Praktek semacam ini tidak hanya terjadi di sekolah-sekolah saja, bahkan sampai pada ranah perguruan tinggi sekalipun kasus ini masih sering terjadi.

Korupsi dalam lingkup kecil dalam kehidupan keseharian kita dapat dengan mudah dijumpai tak hanya terbatas pada dua contoh kasus di atas. Ada banyak hal-hal yang sangat biasa kita lakukan dan menjadi umum di masyarakat. Padahal sejatinya hal tersebut tak lain adalah praktek korupsi meskipun dalam ranah berbeda dan dengan ruang lingkup yang lebih kecil. Sadar ataupun tidak, perilaku ini telah menjadi budaya dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga terkadang diri kita tak menyadari bahwa hal tersebut merupakan suatu hal yang tidak dibenarkan.

Pidato Tentang Ulang Tahun Sekolah Terbaru Contoh Pidato Lamaran Pernikahan Terbaru Contoh Resensi Novel Perahu Kertas

Share this:

logo

  • Jumat, 7 Juni 2024

logo-tv

10 Contoh Soal dan Jawaban Anti Korupsi Essay, Untuk Menguji Penguasaan Siswa Terhadap Pendidikan Anti Korupsi

10 Contoh Soal dan Jawaban Anti Korupsi Essay, Untuk Menguji Penguasaan Siswa Terhadap Pendidikan Anti Korupsi (Freepik.com/author/freepik)

Mereka dapat melakukan berbagai tindakan konkret untuk melawan korupsi, seperti berikut:

- Partisipasi aktif: Masyarakat dapat mengambil bagian dalam pemilihan umum, mengikuti perkembangan politik, dan memilih pemimpin yang berintegritas.

Mereka juga dapat bergabung dengan organisasi anti-korupsi atau kelompok masyarakat yang peduli terhadap isu-isu ini.

Baca Juga: 13 Contoh Soal Esai Tentang Guru Penggerak Beserta dengan Kunci Jawaban Terbaru 2023 - Transparansi: Masyarakat dapat menuntut transparansi dalam pengelolaan keuangan publik. Mereka dapat memantau penggunaan dana publik dan meminta akses informasi yang relevan. - Pemberian informasi: Masyarakat dapat memberikan informasi penting kepada lembaga penegak hukum tentang tindakan korupsi yang mereka saksikan atau ketahui. Ini dapat dilakukan melalui laporan kepada badan anti-korupsi atau polisi. - Menolak memberi dan menerima suap: Masyarakat harus menolak memberi dan menerima suap dalam segala bentuknya. Tindakan sederhana ini dapat membantu mengurangi praktik korupsi di tingkat individu. - Pendidikan dan kesadaran: Pendidikan mengenai dampak buruk korupsi dan hak-hak warga negara yang bersih dari korupsi sangat penting. Masyarakat harus terus-menerus diberi informasi untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu korupsi.

Baca Juga: MENARIK! 15 Kumpulan Contoh Soal PPPK Guru 2023 Tentang Pengetahuan Umum dan Jawaban Soal 3:

Apa yang dimaksud dengan etika dalam pencegahan korupsi, dan mengapa penting untuk mempromosikan etika di dalam dan di luar sektor publik? Jawaban:

Etika dalam pencegahan korupsi merujuk pada norma-nilai, prinsip, dan perilaku yang jujur, adil, dan bermoral yang harus dijunjung oleh individu dan lembaga. Penting untuk mempromosikan etika di dalam dan di luar sektor publik karena:

- Mendorong integritas: Etika membantu mendorong integritas di kalangan pejabat pemerintah dan individu di sektor swasta. Ini berarti bahwa mereka akan melakukan tindakan yang benar dan adil dalam menjalankan tugas mereka.

Baca Juga: 20 Contoh Soal PPPK Guru Soal Wawasan Kebangsaan Beserta Kunci Jawaban! - Mengurangi risiko korupsi: Etika yang kuat membantu mengurangi risiko korupsi. Ketika individu dan lembaga berpegang pada prinsip etika, mereka akan lebih cenderung untuk menolak tindakan korupsi. - Membangun kepercayaan masyarakat: Masyarakat akan lebih percaya pada pemerintah dan lembaga ketika mereka melihat bahwa etika ditekankan. Hal ini dapat membangun kepercayaan masyarakat dan mengurangi ketidakpercayaan terhadap institusi publik. - Mengedukasi generasi mendatang: Mempromosikan etika dalam pendidikan dan pembelajaran akan membantu mendidik generasi mendatang tentang pentingnya nilai-nilai yang jujur dan adil.

Baca Juga: YUK BELAJAR! 10 Contoh Soal PPPK Guru Soal Matematika dan Kunci Jawaban Soal 4:

Bagaimana peran lembaga anti-korupsi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam upaya pencegahan dan penindakan korupsi? Jawaban:

Lembaga anti-korupsi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan dan penindakan korupsi. Peran mereka mencakup:

- Pencegahan korupsi: Lembaga ini dapat mengembangkan kebijakan dan program untuk mencegah korupsi, termasuk mempromosikan transparansi, mengawasi penggunaan dana publik, dan memberikan pelatihan terkait etika dan integritas kepada pejabat pemerintah dan masyarakat. - Penyelidikan dan penindakan: Lembaga ini memiliki kekuatan untuk menyelidiki dugaan tindakan korupsi dan menindak pelakunya sesuai hukum. Ini mencakup penahanan, penuntutan, dan pengadilan terhadap individu yang terlibat dalam korupsi.

Baca Juga: Contoh Soal Essay dan Jawaban Serta Pembahasannya Tentang Unsur, Senyawa dan Campuran Untuk Kelas 8 SMP - Pengawasan dan pemantauan: Lembaga anti-korupsi dapat mengawasi lembaga pemerintah dan entitas lainnya untuk memastikan bahwa mereka beroperasi dengan integritas dan menghindari praktik korupsi. - Advokasi dan penyuluhan: Mereka dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya korupsi dan hak-hak mereka, serta mengadvokasi perubahan kebijakan yang mendukung pencegahan korupsi. - Kerja sama internasional: Lembaga ini sering berkolaborasi dengan lembaga anti-korupsi internasional untuk mengatasi korupsi yang melibatkan lintas batas. Dengan peran ini, lembaga anti korupsi seperti KPK dapat memainkan peran penting dalam upaya melawan korupsi di berbagai tingkatan pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga: 15 Contoh Soal Tes Bahasa Inggris Tingkat Kesulitan Tinggi, Bagian dari Tes Potensi Dasar Bank Indonesia Soal 5:

20 Contoh Soal PTS Sosiologi SMA MA dan Kunci Jawaban: Proses Sosialisasi Dapat Dibedakan Menjadi?

Artikel Selanjutnya

20 contoh soal pts sosiologi sma ma dan kunci jawaban: proses sosialisasi dapat dibedakan menjadi.

Editor: Kuncoro

Sumber: Tim Pendidikan MetroAspirasiku

Anti korupsi

Contoh soal, artikel terkait.

20 Contoh Soal PTS Sosiologi SMA MA dan Kunci Jawaban: Proses Sosialisasi Dapat Dibedakan Menjadi?

MENARIK! 15 Contoh Soal PTS Bahasa Indonesia Lengkap dengan Kunci Jawaban Tingkat SMP MTs 2023

Contoh Soal PTS PKN dan Kunci Jawaban Tingkat SMA MA Terbaru 2023

Contoh Soal PTS PKN dan Kunci Jawaban Tingkat SMA MA Terbaru 2023

MENARIK! 20 Contoh Soal PTS Bahasa Indonesia Hanya Ada di Bawah Ini Terbaru 2023

MENARIK! 20 Contoh Soal PTS Bahasa Indonesia Hanya Ada di Bawah Ini Terbaru 2023

25 Kumpulan Contoh Soal PTS Sosiologi SMA MA: Apa Hubungan Sosiologi dan Sejarah?

25 Kumpulan Contoh Soal PTS Sosiologi SMA MA: Apa Hubungan Sosiologi dan Sejarah?

MENARIK NIH! Berikut Kumpulan Contoh Soal PTS PKN dan Kunci Jawaban Tingkat SMA MA Terbaru 2023

MENARIK NIH! Berikut Kumpulan Contoh Soal PTS PKN dan Kunci Jawaban Tingkat SMA MA Terbaru 2023

PELAJARILAH! Contoh Soal PTS PKN dan Kunci Jawaban Lulus SMA MA dengan Predikat Terbaik!

PELAJARILAH! Contoh Soal PTS PKN dan Kunci Jawaban Lulus SMA MA dengan Predikat Terbaik!

PAHAMI DAN PELAJARI! 31 Contoh Soal PTS Sosiologi SMA MA dan Kunci Jawaban

PAHAMI DAN PELAJARI! 31 Contoh Soal PTS Sosiologi SMA MA dan Kunci Jawaban

36 Contoh Soal PTS Sosiologi SMA MA dan Kunci Jawaban yang Menarik untuk Dipelajari!

36 Contoh Soal PTS Sosiologi SMA MA dan Kunci Jawaban yang Menarik untuk Dipelajari!

23 Contoh Soal PTS PKN dan Kunci Jawaban Lulus SMA MA dengan Predikat Terbaik!

23 Contoh Soal PTS PKN dan Kunci Jawaban Lulus SMA MA dengan Predikat Terbaik!

Rekomendasi.

contoh essay pendidikan anti korupsi

Inilah 10 Tips Penerapan Model Pembelajaran Intensif yang Bisa Diterapkan dalam Dunia Pendidikan

contoh essay pendidikan anti korupsi

Gangguan Transmisi SUTT 275 kV Lubuk Linggau - Lahat Sebabkan Pemadaman Listrik di Sumatera, Akun Medsos PLN Dibanjiri Protes

contoh essay pendidikan anti korupsi

Beasiswa PIP Kemdikbud 2024, Cek Pencairannya dengan Memakai NIK dan NISN di Link Berikut

Inilah 4 Jenis Bahasa yang Digunakan dalam Teks Negosiasi, Jangan Sampai Keliru

Inilah 4 Jenis Bahasa yang Digunakan dalam Teks Negosiasi, Jangan Sampai Keliru

Ini Jawaban Lengkap untuk Pertanyaan Tuliskan Manfaat Sayuran Bagi Manusia

Ini Jawaban Lengkap untuk Pertanyaan Tuliskan Manfaat Sayuran Bagi Manusia

BURUAN DAFTAR! Beasiswa Dumisake Tahun 2024 Pemerintah Provinsi Jambi Untuk S1 dan S3

BURUAN DAFTAR! Beasiswa Dumisake Tahun 2024 Pemerintah Provinsi Jambi Untuk S1 dan S3

PENTING! Ini 6 Ciri Berita Resmi yang Harus Diketahui Pembaca Agar Tidak Salah Informasi

PENTING! Ini 6 Ciri Berita Resmi yang Harus Diketahui Pembaca Agar Tidak Salah Informasi

Apa yang Dimaksud dengan Gerakan Modernisasi atau Pembaharuan dalam Dunia Islam? Ini Jawabannya

Apa yang Dimaksud dengan Gerakan Modernisasi atau Pembaharuan dalam Dunia Islam? Ini Jawabannya

Apa Perbedaan Antara Tablig dan Dakwah? Ternyata Ini Hal-hal Mendasar yang Jadi Ciri Khas Keduanya

Apa Perbedaan Antara Tablig dan Dakwah? Ternyata Ini Hal-hal Mendasar yang Jadi Ciri Khas Keduanya

Inilah Urutan Struktur Teks Berita yang Benar, Lengkap dengan Penjelasan Tiap Bagiannya

Inilah Urutan Struktur Teks Berita yang Benar, Lengkap dengan Penjelasan Tiap Bagiannya

Berikut Unsur yang Harus Ada dalam Pementasan Drama, Ternyata...

Berikut Unsur yang Harus Ada dalam Pementasan Drama, Ternyata...

DIBUKA! Pendaftaran Program Beasiswa Pra-Doktoral Afirmasi  Bidang Pendidikan Sains tahun 2024

DIBUKA! Pendaftaran Program Beasiswa Pra-Doktoral Afirmasi Bidang Pendidikan Sains tahun 2024

Beasiswa PIP Kemdikbud 2024, Cek Pencairannya  dengan Memakai NIK dan NISN di Link Berikut

Sebutkan Langkah Membuat Komik yang Baik dan Diterima Oleh Pembaca! Ternyata Begini Caranya

Sebutkan 4 Pelaku Ekonomi! Inilah Penjelasan Lengkap Mengenai Peran dan Kontribusinya

Sebutkan 4 Pelaku Ekonomi! Inilah Penjelasan Lengkap Mengenai Peran dan Kontribusinya

6 Solusi Pemerataan Pembangunan yang Bisa Dilakukan Agar Tidak Timbulkan Konflik di Masyarakat

6 Solusi Pemerataan Pembangunan yang Bisa Dilakukan Agar Tidak Timbulkan Konflik di Masyarakat

PENTING! Berikut Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan Debat, Ternyata Harus...

PENTING! Berikut Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan Debat, Ternyata Harus...

10 Contoh Kalimat Pembuka Pidato yang Menarik Perhatian, Cocok untuk Acara Perpisahan Sekolah

10 Contoh Kalimat Pembuka Pidato yang Menarik Perhatian, Cocok untuk Acara Perpisahan Sekolah

Apa Saja Prinsip Dasar Penyusunan Laporan Belajar? Ternyata Begini Penjelasannya

Apa Saja Prinsip Dasar Penyusunan Laporan Belajar? Ternyata Begini Penjelasannya

Sebutkan dan Jelaskan Wujud-wujud Benda! Inilah 5 Wujud Benda dan Karakteristik

Sebutkan dan Jelaskan Wujud-wujud Benda! Inilah 5 Wujud Benda dan Karakteristik

Sebutkan Tiga Contoh Peristiwa Mengkristal! Ini Jawaban yang Sudah Dilengkapi dengan Prosesnya

Sebutkan Tiga Contoh Peristiwa Mengkristal! Ini Jawaban yang Sudah Dilengkapi dengan Prosesnya

MUDAH DIKENALI! Inilah 7 Ciri-ciri Teks Eksposisi yang Tidak Boleh Terlewatkan Satupun

MUDAH DIKENALI! Inilah 7 Ciri-ciri Teks Eksposisi yang Tidak Boleh Terlewatkan Satupun

Inilah peran aktif bri dalam mendukung pemulihan ekosistem guna wujudkan pembangunan berkelanjutan, fakta asal usul nama toyota kijang yang sebenarnya, bukan 'kerjasama indonesia jepang', pahami apa pengertian dari kecerdasan emosi simak penjelasan berikut biar paham, 10 tips menurunkan tekanan darah tinggi yang aman dan cepat, dijamin bakalan sehat, berguna ini 6 manfaat wakaf bagi kehidupan masyarakat, bagaimana bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan berlari buat calon pelari, harus pahami ini.

Pelajaran Bahasa Indonesia

Wahana Berbagi Pengetahuan Bahasa Indonesia

Contoh Esai Anti Korupsi: Mari Peduli Berjamaah Melawan Korupsi

Prito Windiarto, S.Pd.

PENDAHULUAN

Indonesia yang dijuluki negeri zamrud khatulistiwa ini telah 70 tahun merdeka. Sebuah usia, yang, jika dinisbatkan pada manusia sudah memasuki usia dewasa, bahkan senja. Meski demikian, pada nyatanya, bangsa ini seperti masih merangkat, tertatih untuk bangkit. Jangan di level internasional, di level regional Asia Tenggara saja kita tertinggal. Paling tidak ukurannya adalah GNP (Perhasilan rata-rata tahunan).

Salah satu pangkal penyebabnya adalah merebaknya tindak pidana korupsi. Apakah benar korupsi semengerikan itu? Sebegitu besar mempengaruhi laju suatu bangsa (Indonesia). Jawabannya. Ya! Bayangkan saja, contoh kecil, mega proyek hambalang, triliunan rupiah uang menguap, lenyap. Itu hanya pada satu kasus, belum pada kasus lain, belum lagi kasus yang belum terungkat atau yang ditutupi. Betapa mengerikannya. Setiap tahun, bisa jadi ada ribuan triliun uang rakyat yang harusnya bisa bermanfaat masuk ke kantong-kantor para koruptor itu. Bayangkan, uang negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan bangsa malah ditilep untuk segelintir orang. Menyedihkan.

Lebih mengerikan lagi, berdasarkan data Transparancy International Indonesia bertengger di posisi ke 107 dengan skor 34 dalam aspek Corruption Persepsions indeks (CPI) di dunia. Artinya Indonesia termasuk negara bersih urutan 107. Sangat jauh dari negara terbersih pertama, yakni Denmark dengan skor 92. Sungguh memalukan.

Lebih menggiriskan lagi, fakta bahwa korupsi hari ini tidak lagi –hanya- dilakukan oleh satu orang, satu kroni, satu kelompok, atau satu tingkatan, melainkan di banyak lini. Dilakukan banyak orang, bekerja sama dalam keburukan. Hingga muncul istilah korupsi berjamaah. Naudzubillah.

Istilah berjamaah, yang pada dasarnya bermakna positif (biasa digunakan dalam frasa salat berjamaah), kini malah coba lekatkan dengan hal negatif : korupsi . Hal itulah yang mendorong Dahnil Anzar Simanjuntak, ketua umum pengurus pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah menggulirkan apa yang disebut gerakan berjamaah lawan korupsi. (Republika.co.id, 20/1)

Gerakan melawan korupsi memang perlu digalakan di segala lini, pada semua tingkatan usia. Kalau perlu sedari dini. Lokomotif utamanya tentu saja pemuda. Mengapa? Karena pemuda adalah generasi penerus bangsa. Di tangan merekalah kelak bangsa ini akan dipimpin. Kalau mereka tidak melawan korupsi, namun malah mencintai korupsi, tentu hal tersebut akan menjadi tragedi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan “Tentu kalau ditanya apakah pemuda penting melawan korupsi? Sudah pasti jawabannya penting, bahkan bukan fardhu kifayah lagi tetapi fardhu ‘ain.” (hidayatullah.com /28/10)

LANGKAH KONKRET MELAWAN KORUPSI

Seperti yang ditegaskan di atas, usaha melawan korupsi harus digalakan di semua lini, segala sisi. Proses ini bisa dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil.

  • Melawan Korupsi dari Diri Sendiri

Perlawanan yang paling utama sejatinya adalah perlawanan dari diri sendiri. Bagaimana mungkin kita mengajak orang melawan korupsi sementara kita sendiri melakukan tindakan korupsi. Manakah mungkin menabuh genderang perang melawan korupsi jika kita sendiri yang melestarikannya. Ada beberapa hal yang kita bisa lakukan untuk melawan korupsi dimulai dengan diri sendiri dari hal kecil, diantaranya.

  • Membiasakan tepat waktu

Entah sejak kapan, di Indonesia dikenal jam karet. Maknanya adalah ketaktepatan waktu. Acara di jadwal dimulai pukul 08.00, kemudian molor jam 9. Jadwal masuk jam 07.15, siswa datang jam 07.25, dll. Padahal ketaktepatan ini disadari atau tidak adalah bagian dari korupsi: korupsi waktu. Jika mental korupsi waktu ini dibiarkan, bahkan dilestarikan, bisa jadi akan memantik korupsi yang lebih nyata.”Ah, biasanya juga gapa.” Itu awalnya, kalau kebiasaan akan bahaya. Karena itu mari mulai dari diri sendiri membiasakan diri tepat waktu

  • Tidak mencontek

Permasalahan ini jua kian menjamur, ketika ujian tiba sebagian kita (siswa / mahasiswa / umum) melakukan aktivitas mencontek. Padahal jika diresapi mendalam, aktivitas mencontek (mengambil hak orang lain), tak lain adalah bagian dari korupsi itu sendiri. Karena itu, sedari dini kebiasaan itu harus dienyahkan.

  • Ketiga, tingkatkan iman. Ini sebenarnya pondasi kokohnya. Ketika iman mantap, niat korupsi akan lenyap. Semua agama, tentu mengharamkan tindakan hina bernama korupsi ini. Korupsi terjadi karena lemahnya iman.
  • Melawan Korupsi Sesuai Peran Kita

Langkah berikutnya yang bisa kita lakukan adalah memanfatkan peran (posisi) kita dalam satu komunitas / keluarga. Jika diperusahaan kita diamanahi sebagai direktur, maka manfaatkan posisi itu untuk melawan korupsi. Berikan contoh yang baik pada karyawan, tindak tegas yang melanggar. Jika kita hanya sebagai karyawan, pastikan kita tidak melakukan tindakan curang. Kalau bisa ingatkan juga teman sejawat, atau kalau mungkin atasan kita. Apabila posisi kita “hanya” ibu rumah tangga, ingatkan suami-suami kita. Tanyai sumber penghasilan suami, ingatkan pentingnya menjaga integritas. Ucapkan dengan lantang, “lebih baik uang sedikit namun halal, daripada berlimpah uang hasil curang (korupsi).” Bukan malah sebaliknya menjerumuskan, “Ah sikat aja Mas. Ga apa-apa, gak ada yang tahu. Kan enak, kita bisa liburan bareng.”

  • Melawan Korupsi Secara Berjamaah

Berjamaah secara harfiah berarti bersama-sama. Melawan korupsi secara berjamaah maksudnya suatu gerakan perlawanan terhadap korupsi (pencegahan dan pemberantasannya) secara bersama-sama. Gerakan yang dilakukan secara berjamaah (selayak salat berjamaah) lebih afdal tinimbang sendirian. Bukankah satu lidi tiada mampu menyapu kotoran? Ia bisa dilakukan jika diikat dalam ikatan bernama sapu. Begitu juga gerakan melawan korupsi, jika dilakukan sendiri kurang efektif. Kalau orang bija mengibaratkan gerakan yang dilakukan individu seperi buntut cicak, jika terputus ia terus bergerak namun lama kelamaan berhenti, kehabisan energi. Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menggalakan perlawanan secara berjamaah pada korupsi antara lain.

  • Bergabung dengan organisasi / ormas / LSM anti korupsi.

Cukup banyak organisasi / ormas / LSM yang menyerukan perlawanan terhadap korupsi. Ambil contoh Madrasah Lawan Korupsi yang digalakan Pemuda Muhammadiyah. Dengan bergabung di organiasai banyak keuntungan yang diraih. Pertama, bergabung dengan orang yang seide dengan kita. Hal tersebut membuat bara semangat terus berkobar. Jika pun lemah, orang seorganiasai saling menguatkan. Kedua, berbagi info terbaru. Dengan bergabungnya kita dalam organisasi anti korupsi membuat kita selalu up to date terhadap info terbaru. Juga termasuk di dalamnya pengetahuan baru, misal perundangan dan payung hukum, dll. Ketiga, menjadi kekuatan yang dapat didengar. Jika kita bergerak sendirian, berteriak sekencang apa pun mungkin jarang orang mendengar. Berbeda jika kita bergabung dalam organiasai, ratusan atau ribuan aspirasi tentu lebih didengar. Inilah keuntungan berorganiasai.

  • Melapor jika melihat indikasi tindak pidana korupsi

Aktivitas ini mungkin terkesan individu, namun sejatinya adalah bagian dari berjamaah. Jika kita melihat indikasi korupsi, laporkan segera pada pihak yang berwenang (Kepolisian, Kejaksaan, KPK), atau mungkin organiasai yang konsen pada pemberantasan korupsi. Tindakan tersebut juga termasuk bagian dari berjamaah lawan korupsi.

Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh warganya sendiri. Begutu halnya negeri kita. Jika kita ingin maju kita harus bahu-membahu berjamaah mengenyahkan penghalangnya. Salah satu penghalangnya adalah budaya korupsi. Karena itu sudah selazimnya kita berdiri gagah melawan. Mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil. Lantas gunakan peran kita. Jangan lupa bergabung dalam gerakan bersama melawan korupsi.

Di negeri ini sejatinya masih banyak orang baik dan bersih. Pertanyaannya? Mengapa banyak terjadi korupsi? Salah satunya adalah tingkat kepedulian yang rendah. Ungkapan, “Ah asal tak melibatkan saya.” “Ah itu mah urusan orang, terserah dia.” Menjadi potret ketakpedulian itu. Akhirnya korupsi di depan mata dibiarkan saja. Karena itu mari menjadi pribadi yang peduli. Peduli pada bangsa ini pada hakikatnya peduli pada diri sendiri. Enyahkan korupsi! Ganyang koruptor!

Demikianlah Contoh Esai Anti Korupsi: Mari Peduli Berjamaah Melawan Korupsi

More from my site

Tinggalkan komentar batalkan balasan.

Blog UI An Nur Lampung

Tambah tulisan kustom disini atau singkirkan

Pendidikan Anti Korupsi: Konsep, Tujuan, dan Strategi

Daftar Isi:

Korupsi adalah suatu tindakan yang melanggar hukum, moral, atau etika untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok dengan cara menyalahgunakan kekuasaan, jabatan, atau fasilitas yang dimiliki. Korupsi merupakan salah satu masalah sosial yang serius dan merugikan bangsa dan negara. Menurut Transparency International, Indonesia berada di peringkat 102 dari 180 negara dalam indeks persepsi korupsi tahun 2020 dengan skor 37 dari 100 . Skor ini menunjukkan bahwa tingkat korupsi di Indonesia masih tinggi dan membutuhkan upaya pencegahan dan pemberantasan yang lebih efektif.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan memberantas korupsi adalah melalui pendidikan anti korupsi. Pendidikan anti korupsi adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik korupsi dan berperan aktif dalam memberantasnya. Pendidikan anti korupsi dapat dilakukan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, serta di luar lingkungan formal seperti keluarga, masyarakat, media, dan organisasi.

Konsep Pendidikan Anti Korupsi

Pendidikan anti korupsi didasarkan pada beberapa konsep utama, yaitu:

  • Nilai-nilai integritas : Nilai-nilai integritas adalah nilai-nilai moral dan etika yang menjadi dasar bagi seseorang untuk bertindak secara jujur, adil, transparan, bertanggung jawab, dan profesional. Nilai-nilai integritas harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak dan remaja agar mereka dapat mengembangkan karakter yang baik dan tidak mudah terpengaruh oleh praktik korupsi. Beberapa contoh nilai-nilai integritas adalah kejujuran, keterbukaan, keadilan, kesetiaan, kerjasama, dan kemandirian.
  • Kesadaran hukum : Kesadaran hukum adalah pemahaman dan penghargaan terhadap hukum yang berlaku di suatu negara atau masyarakat. Kesadaran hukum penting untuk ditingkatkan agar masyarakat dapat mematuhi hukum, menghormati hak dan kewajiban sesama warga negara, serta menuntut penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap pelaku korupsi. Kesadaran hukum juga dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembuatan, pengawasan, dan evaluasi kebijakan publik yang berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi.
  • Keterampilan hidup : Keterampilan hidup adalah kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan hidup dapat membantu masyarakat untuk mengambil keputusan yang tepat, menyelesaikan masalah secara kreatif, berkomunikasi secara efektif, bekerja sama dengan orang lain, mengelola emosi dan stres, serta mengembangkan diri secara positif. Keterampilan hidup juga dapat membantu masyarakat untuk menghindari perilaku koruptif seperti suap, gratifikasi, nepotisme, kolusi, dan manipulasi data.

Tujuan Pendidikan Anti Korupsi

Pendidikan anti korupsi memiliki beberapa tujuan umum, yaitu:

  • Membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai integritas tinggi dan tidak mudah terlibat dalam praktik korupsi.
  • Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat agar mereka dapat mematuhi hukum dan menuntut penegakan hukum terhadap pelaku korupsi.
  • Meningkatkan keterampilan hidup masyarakat agar mereka dapat mengambil keputusan yang tepat, menyelesaikan masalah secara kreatif, dan berperan aktif dalam memberantas korupsi.
  • Membangun budaya anti korupsi di berbagai sektor dan lapisan masyarakat, baik di lingkungan pemerintahan, swasta, maupun masyarakat sipil.
  • Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan, pengawasan, dan evaluasi kebijakan publik yang berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Strategi Pendidikan Anti Korupsi

Pendidikan anti korupsi dapat dilakukan dengan berbagai strategi, antara lain:

  • Mengintegrasikan materi anti korupsi dalam kurikulum pendidikan formal : Materi anti korupsi dapat dimasukkan dalam mata pelajaran yang relevan, seperti pendidikan kewarganegaraan, pendidikan moral, pendidikan hukum, pendidikan ekonomi, dan lain-lain. Materi anti korupsi dapat disampaikan dengan menggunakan metode yang menarik dan interaktif, seperti diskusi, simulasi, permainan, drama, film, dan lain-lain. Materi anti korupsi juga dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik.
  • Melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan anti korupsi : Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan anti korupsi dapat melibatkan peserta didik dalam berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan nilai-nilai integritas, kesadaran hukum, dan keterampilan hidup mereka. Beberapa contoh kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan anti korupsi adalah klub integritas, klub debat, klub jurnalistik, klub relawan, klub advokasi, dan lain-lain. Kegiatan ekstrakurikuler juga dapat melibatkan kerjasama dengan pihak-pihak lain yang peduli terhadap isu anti korupsi, seperti lembaga pemerintah, lembaga swasta, organisasi masyarakat sipil, media massa, dan lain-lain.
  • Melakukan sosialisasi dan edukasi anti korupsi di luar lingkungan formal : Sosialisasi dan edukasi anti korupsi di luar lingkungan formal dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai media dan sarana yang dapat menjangkau masyarakat luas. Beberapa contoh media dan sarana yang dapat digunakan adalah buku, majalah, poster, spanduk, stiker, brosur, leaflet, komik, kartun, lagu, video, website, blog, sosial media, radio, televisi, dan lain-lain. Sosialisasi dan edukasi anti korupsi di luar lingkungan formal juga dapat dilakukan dengan mengadakan berbagai acara dan kampanye yang dapat menarik perhatian dan partisipasi masyarakat. Beberapa contoh acara dan kampanye yang dapat digunakan adalah seminar, workshop, talkshow, festival film, pameran seni, lomba kreativitas, gerakan bersih-bersih sampah (trash hero), gerakan tanam pohon (tree hero), gerakan donor darah (blood hero), gerakan berbagi buku (book hero), gerakan berbagi makanan (food hero), gerakan berbagi masker (mask hero), gerakan berbagi sepeda (bike hero), gerakan berbagi ilmu (knowledge hero), gerakan berbagi cinta (love hero), dan lain-lain.

Pendidikan anti korupsi adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik korupsi dan berperan aktif dalam memberantasnya. Pendidikan anti korupsi didasarkan pada beberapa konsep utama yaitu nilai-nilai integritas, kesadaran hukum, dan keterampilan hidup. Pendidikan anti korupsi memiliki beberapa tujuan umum yaitu membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai integritas tinggi, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, meningkatkan keterampilan hidup masyarakat, membangun budaya anti korupsi di ber

Artikel Terkait:

Bitcoin: asal-usul, perkembangan, dan dampaknya bagi ekonomi global, berbagai fungsi bitcoin di luar peran sebagai alat tukar, bantuan bpjs ketenagakerjaan: pelindung pekerja indonesia, bsu bpjs ketenagakerjaan: panduan lengkap, syarat, dan cara cek, jam buka bpjs kesehatan & ketenagakerjaan:, bpjs kesehatan tidak bisa dicairkan, ini alasannya.

Academia.edu no longer supports Internet Explorer.

To browse Academia.edu and the wider internet faster and more securely, please take a few seconds to  upgrade your browser .

Enter the email address you signed up with and we'll email you a reset link.

  • We're Hiring!
  • Help Center

paper cover thumbnail

PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH TINDAKAN KORUPSI

Profile image of Serly Agustina D.S

2022, PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH TINDAKAN KORUPSI

Korupsi merupakan suatu bentuk perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan beberapa keuntungan yang bertentangan dengan tugas resmi dan kebenaran. Dengan banyaknya tindak pidana korupsi di Indonesia perlu dilakukan tindakan pencegahan agar perilaku korupsi tidak terus menerus terjadi sampai dengan generasi berikutnya. Pelatihan antikorupsi merupakan upaya preventif untuk membangun kepercayaan dan kejujuran terhadap korupsi. Pendidikan anti korupsi tidak efektif jika karakter yang dibentuk bukan karakter anti korupsi. Pembangunan karakter anti korupsi yang dilaksanakan akan mempertajam dan mengasah idealisme dan integritas generasi muda, yang memandang korupsi sebagai perbuatan melawan hukum yang harus dicegah, ditanggulangi, dan diberantas. Pembentukan karakter antikorupsi yang dicapai melalui pendidikan antikorupsi menumbuhkan idealisme dan integritas generasi muda dengan memandang korupsi sebagai kegiatan ilegal yang harus dicegah, dan diberantas. Dengan membentuk kembali karakter anti korupsi kepada generasi muda maka akan mengembalikan status korupsi dan membantu mencegah korupsi di masa mendatang.

Related Papers

Yusrianto Kadir

Menalar berbagai persepsi negatif terhadap arah pendidikan nasional yang selama ini dipandang belum mencirikan kepribadian bangsa, terutama mengenai output pendidikan yang cenderung tidak mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip anti korupsi dalam pekerjaan dan kesehariannya, sehingga melalui pendidikan formal perlu ada peningkatan dari segi intensitasnya. Secara simplistik memang sektor pendidikan formal di Indonesia dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan pencegahan korupsi. Langkah preventif (pencegahan) tersebut secara tidak langsung bisa melalui dua pendekatan (approach), pertama: menjadikan peserta didik sebagai target, dan kedua: menggunakan pemberdayaan peserta didik untuk menekan lingkungan agar tidak permissive to corruption. Adapun yang menjadi permasalahan dalam karya tulis ini adalah bagaimana kebijakan pendidikan anti korupsi di Perguruan Tinggi dan sejauhmana kebijakan pendidikan anti korupsi dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Dengan tujuan untuk memahami dan menganalisis peran pendidikan anti korupsi dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip anti korupsi sejak dini. Melalui pendidikan anti korupsi inilah nantinya bisa menjadi bekal bagi mahasiswa untuk bertindak jujur dalam bekerja. Tentunya, agar tidak melakukan tindakan korupsi ketika nanti menduduki posisi strategis di sebuah institusi atau menjabat posisi penting di birokrasi ini. Fakta menunjukkan bahwa orang berpendidikan tinggi rentan terhadap godaaan korupsi karena mereka biasanya menduduki posisi strategis di sebuah institusi atau menjabat posisi penting di birokrasi.

contoh essay pendidikan anti korupsi

Pendidikan Kewarganegaraan

Nunung Jeje

Abstrak: Penulisan jurnal ini membahas bagaimana pendidikan anti korupsi di lingkungan kampus diterapkan. Didasari dengan pemikiran bahwa korupsi terjadi karena perilaku kecurangan-kecurangan kecil sudah biasa dilakukan sejak dini seperti mencontek, menitipkan absen, dan menyuap agar mendapatkan sekolah atau universitas yang diinginkan. Dari pemikiran tersebut muncul pertanyaan-pertanyaan apakah mahasiswa dan dosen sudah menerapkan pendidikan anti korupsi di lingkungan kampus serta bagaimana pendapat mereka dan cara mereka menyikapi jika ada praktek korupsi di lingkungannya sehingga terciptanya lingkungan kampus yang jujur dan bersih dari korupsi, lalu tanggapan mereka tentang peran pemerintah dalam tindak pidana korupsi di Indonesia. Oleh karena itu perlu peran aktif dari generasi muda khususnya mahasiswa-mahasiswa untuk memerangi korupsi dimulai dari tindakan kecil sampai terjun langsung ke ranah yang lebih luas. Metode yang digunakan untuk menulis jurnal ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara dengan beberapa mahasiswa dan dosen di Universitas Airlangga. Hasil dari penulisan jurnal ini adalah perkembangan hukum dan penerapannya dalam tindak pidana korupsi di Indonesia dan pendapat dari mahasiswa tentang pendidikan anti korupsi yang sudah atau belum diterapkan di lingkungan kampus.

imama lestari

Jessica Prima

Jessica Lilo

Kebijakan negara dalam melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia harus memperhatikan tiga aspek yang sifatnya berbeda, yaitu: politik, hukum, dan korupsi yang menyatu. Lebih lanjut lagi, masyarakat juga sangat menentukan terjadinya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi.

Ajeng Amaliya

Muhammad Arya

Jurnal Ekonomi Politik

Fajar Tubagus

Usaha untuk mengilangkan korupsi di Indonesia memerluka treatment yang lebih dari pada sekedar penindakan yang dimiliki kewenangannya oleh para pengegak hukum. Usaha penananggulanan dan penanganan korupsi harus dibarengi dengan kesunggugan untuk menghentikannya sampai ke akar-akarnya sehingga tidak bisa beregenerasi lagi, dan ini bisa ditempuh melalui pendididikan. Mahasiswa sebagai manusia berpendidikan menjadi sebuah motor penggerak dari segi intelektual mesti menjadi agen perubahan. Guna mampu memiliki keaktifan dalam perannya menghentikan budaya korupsi ini, mahasiswa memerlukan pembekalan yakni wawasan yang cukup untuk mengetahui prihal jeroan dari korupsi dan cara menghentikannya. Pendidikan antikorupsi sesungguhnya perlu menunjukan teknik kepada mahasiswa agar mampu mahasiswa tersebut memahami secara jelas problematika korupsi yang terjadi. Artikel ini menerangkan terkait pendidikan antikorupsi serta untuk memahami bagaimana pendidikan ini diberikan kepada mahasiswa sebagai upaya untuk pemberantasan korupsi. Usaha untuk memberikan wawasan dapat melalui berbagai cara yaitu seperti sosialisasi, kampanye, seminar, dan perkuliahan. Pendidikan antikorupsi bertujuan untuk mentransfer knowledge mengenai nilai-nilai pancasila yang tidak pro terhadap budaya koruptif. Adapun tujuan keberlanjutan dari pendidikan antikorupsi ini ialah menumbuhkan jiwa masyarakat yang jauh dari tindakan koruptif sehingga mendorong pembangunan nasional yang disini dimulai dari pendidikan kepada mahasiswa sebagai penerus bangsa terdekat yang mampu melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa selanjutnya yang jauh dari budaya korupsi.

ayu sawitri

Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Palembang Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dan berdampak buruk luar biasa pada hampir seluruh sendi kehidupan. Korupsi telah menghancurkan sistem perekonomian, sistem demokrasi, sistem politik, sistem hukum, sistem pemerintahan, dan tatanan sosial kemasyarakatan di negeri ini. Dilain pihak upaya pemberantasan korupsi yang telah dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil yang optimal. Korupsi dalam berbagai tingkatan tetap saja banyak terjadi seolah-olah telah menjadi bagian dari kehidupan kita yang bahkan sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Jika kondisi ini tetap kita biarkan berlangsung maka cepat atau lambat korupsi akan menghancurkan negeri ini. Korupsi harus dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya. Upaya pemberantasan korupsi yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu (1) penindakan, dan (2) pencegahan tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika mahasiswa sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Keterlibatan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi tentu tidak pada upaya penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum. Peran aktif mahasiswa diharapkan lebih difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dengan ikut membangun budaya anti korupsi di masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan (agen of change) dan motor penggerak gerakan anti korupsi di masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Yang tidak kalah penting, untuk dapat berperan aktif mahasiswa harus dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Upaya pembekalan mahasiswa tersebut dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain melalui kegiatan sosialisasi, kampanye, seminar atau perkuliahan. Pendidikan Anti Korupsi bagi mahasiswa bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Tujuan jangka panjangnya adalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk dapat berperan serta aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Sejauh gerakan melawan korupsi dijalankan di berbagai belahan dunia, bisa diidentifikasi 4 (empat) pendekatan yang paling banyak diadopsi oleh berbagai kalangan (Wijayanto, 2010) yaitu: 1. Pendekatan Pengacara (Lawyer approach) Dalam pendekatan ini yang dilakukan adalah memberantas dan mencegah korupsi melalui penegakan hukum, dengan aturan-aturan hukum yang berpotensi menutup celah-celah tindak koruptif serta aparat hukum yang lebih bertanggungjawab. Pendekatan ini biasanya berdampak cepat (quick impact) berupa pembongkaran kasus dan penangkapan para koruptor, namun memerlukan biaya besar (high costly), meskipun di Indonesia misalnya, tantangan terbesar justru berasal dari para aparat hukum (kepolisian dan pengadilan) itu sendiri. 2. Pendekatan Bisnis (Business approach)

Idik Saeful Bahri

Perihal : Ujian Tengah Semester Mata Kuliah : Pendidikan Anti Korupsi Semester : III Pengampu : Idik Saeful Bahri, M.H. Isilah soal-soal UTS dibawah ini dengan mengikuti pedoman berikut: a. lengkapi identitas diri, mulai dari Nama, NIM, Semester, Kelas, dan Nama Mata Kuliah; b. jawaban ditulis tangan; c. tulisan diharapkan jelas dan mudah dibaca; d. isi jawaban dengan menggunakan logika hukum, kaidah-kaidah hukum, asas-asas hukum, teori-teori hukum (sebagaimana telah dipelajari dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Hukum Indonesia), serta doktrin atau pendapat sarjanawan hukum yang relevan; e. dalam pengutipan pendapat sarjanawan hukum, mahasiswa bisa menggunakan skema bodynote, dengan format tanda kurung, nama terkenal dari sarjanawan hukum, tahun terbit buku atau jurnal, serta halaman. Contoh bodynote: (Mahfud MD, 2013: 14-15); f. hasil jawaban harap di scan hitam putih menggunakan aplikasi Scanner (misalnya: CamScanner), kemudian simpan dalam format .pdf ; g. setiap UTS akan diberikan soal sebanyak 5 butir, dengan masing-masing butir memiliki bobot nilai 20; h. jawaban mahasiswa yang tidak menjawab substansi dan tidak memiliki bobot jawaban yang logis dan argumentatif, serta adanya indikasi pengutipan yang tidak disertai sumber rujukan, maka dosen memiliki hak untuk tidak memberikan nilai pada jawaban tersebut; i. pengumpulan terakhir jawaban UTS ini adalah untuk Kelas A pada hari RABU, 18 November 2020 pukul 23:59 WIT, untuk Kelas B pada hari MINGGU, 22 November 2020 pukul 23:59 WIT. Dikirim melalui eMail : idikms(dot)unimuda(at)gmail(dot)com atau melalui layanan platform WhatsApp, harap dikirim melalui Personal Message, tidak melalui jejaring Grup.

RELATED PAPERS

bioRxiv (Cold Spring Harbor Laboratory)

Carbohydrate Polymers

Sultan BÜTÜN

Value in Health

Christian Gericke

Journal of the South Indian History Congress

Anto George

Revista da Sociedade Brasileira de Medicina Tropical

Luciana Pineli

Journal of High Energy Physics

British Journal of Clinical Pharmacology

Sylvie Perreault

Sociedades Rurales, Producción y Medio Ambiente

Adolfo Alvarez

Curentul Juridic, The Juridical Current, Le Courant …

Yves Poirmeur

CHEST Journal

Erick martinez

The American Journal of Dermatopathology

永久可查英国北安普顿大学毕业证 uom学位证书电子版学位证书留服认证原版一模一样

Gregory McKenna

Occasional Paper Series

Keisha McIntosh

International Research Journal Of Pharmacy

Suha Al--Jowari

JACC: Cardiovascular Interventions

Anmol Singh

Bella Intan

JETP Letters

A. Chesnokov , Andrey Yanovich

Cristhian Cajamune Marin

The Journal of thoracic and cardiovascular surgery

Luca Weltert

Journal of Computer Assisted Tomography

Nabil Ebraheim

RELATED TOPICS

  •   We're Hiring!
  •   Help Center
  • Find new research papers in:
  • Health Sciences
  • Earth Sciences
  • Cognitive Science
  • Mathematics
  • Computer Science
  • Academia ©2024

SERBA SERBI GURU

CONTOH PROGRAM PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SEKOLAH

Contoh Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah

Salah satu tugas wakasek biasanya adalah membuat Program Kerja salah satunya Program Kerja Pendidikan Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah . Pada kesempatan admin akan berbagi Contoh Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah atau Contoh Program Kerja Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah.

Dalam latar belakang Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah, biasa dinyatakan bahwa korupsi saat kini sudah menjadi permasalahan serius di negeri ini. Kasus korupsi sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Berkembang dengan pesat, meluas di mana-mana dan terjadi secara sistematis dengan rekayasa yang canggih dan memanfaatkan teknologi modern. Kasus terjadinya korupsi dari hari ke hari kian marak. Hampir setiap hari berita tentang korupsi menghiasi berbagai media. Korupsi dianggap biasa dan dimaklumi banyak orang sehingga masyarakat sulit membedakan mana perbuatan korup dan mana perbuatan yang tidak korup. Meskipun sudah ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan beberapa Instansi Anti Korupsi lainnya, namun faktanya masih banyak terjadi Tindakan korupsi di negeri ini.

Tindakan korupsi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tentu membuat situasi reformasi menjadi tidak baik serta mengganggu sendi-sendi demokrasi dan proses pembangunan. Kondisi seperti ini perlu disikapi dengan melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah korupsi yang sudah mengakar, meluas, dan menggejala di Indonesia. Satu hal yang yang menarik untuk diingat adalah adanya sinyalemen yang mengatakan bahwa korupsi sekarang ini sudah membudaya dan merusak karakter bagsa (di Indonesia).

Terjadinya tindakan korupsi disebabkan oleh adanya penyalahgunaan kekuasaan, kewenangan, atau abuse of power dalam skala besar. Hal itu bisa dilihat di DPR/DPRD, kepala daerah, dan pegawai departemen. Ada yang mengatakan bahwa sistem sekarang ini memberikan kemungkinan adanya perbuatan korupsi. Penindakan korupsi sekarang ini belum cukup dan belum mencapai sasaran upaya pemberantasan korupsi perlu ditambah dengan berbagai upaya di bidang pencegahan dan pendidikan.

Pendidikan Anti Korupsi sesungguhnya sangat penting guna mencegah tindak pidana korupsi. Jika KPK dan beberapa instansi Anti Korupsi lainnya menangkapi para koruptor, maka Pendidikan Anti Korupsi juga penting guna mencegah adanya koruptor. Seperti pentingnya pelajaran akhlak, moral dan sebagainya. Pelajaran akhlak penting guna mencegah terjadinya kriminalitas. Begitu halnya pendidikan Anti Korupsi itu penting guna mencegah tindakan korupsi.

Pendidikan Anti Korupsi harus diberikan sejak dini dan dimasukkan dalam proses pembelajaran mulia dari tingkat pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Hal ini sebagai upaya membentuk prilaku peserta didik yang Anti Korupsi. Pendidikan Anti Korupsi ini tidak diberikan melalui suatu mata pelajaran tersendiri, melainkan dengan cara mengintegrasikan melalui beberapa mata pelajaran. Inti dari materi pendidikana Anti Korupsi ini adalah penanaman nilai-nilai luhur yang terdiri dari Sembilan nilai yang disebut dengan Sembilan Nilai Anti Korupsi. Sembilan tersebut adalah: tanggung jawab, disiplin, jujur, sederhana, mandiri, kerja keras, adil, berani, dan peduli. Berdasarkan pemikiran di atas, maka perlu ada pedoman penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi di satuan pendidikan yang dapat dijadikan pedoman untuk memberikan muatan pendidikan Anti Korupsi dalam proses pembelajaran.

Tujuan dibuatnya Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah. Tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan Anti Korupsi di sekolah adalah untuk: 1) Menanamkan nilai dan sikap hidup Anti Korupsi kepada warga sekolah; 2) Menumbuhkan kebiasaan perilaku Anti Korupsi kepada warga sekolah; 3) Mengembangkan kreativitas warga sekolah dalam memasyarakatkan dan membudayakan perilaku Anti Korupsi

Dasar Hukum pelaksanaan Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah, adalah sebagai berikut:

1. Undang Undang No. 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;

2. Ketatapan MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KORUPSI;

3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851)

4. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4150);

5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

6. Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2009 Tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 155);

7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang- undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

8. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5661);

9. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6409);

10. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 112, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 5157);

Hasil yang Diharapkan dari adanya Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah. Hasil yang ingin dicapai dari Pendidikan Anti Korupsi di sekolah adalah:

1. Tertanamnya nilai dan sikap hidup Anti Korupsi di kalangan warga sekolah.

2. Tumbuhnya kebiasaan perilaku Anti Korupsi di kalangan warga sekolah.

3. Berkembangnya kreativitas warga sekolah dalam memasyarakatkan dan membudayakan perilaku Anti Korupsi.

Sebelum diberikan contoh Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah atau Program Kerja rogram Pendidikan Anti Korupsi di sekolah dalam bentuk file pdf atau word. Terlebih dahulu admin akan memberikan contoh Pelaksanaan Pendidikan Anti Korupsi di sekolah

Keberhasilan penanaman nilai-nilai Anti Korupsi dipengaruhi cara penyampaian dan pendekatan pembelajaran yang dipergunakan. Untuk tidak menambah beban siswa yang sudah cukup berat, perlu dipikirkan secara matang bagaimana model dan pendekatan yang akan dipilih. Ada tiga model penyelenggaraan pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai Anti Korupsi yang dapat dilakukan di sekolah, yaitu:

A. Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Ekstrakurikuler Khusus Program Pendidikan Anti Korupsi

Penanaman nilai Anti Korupsi dapat ditanamkan melalui kegiatan-kegiatan di luar pembelajaran misalnya dalam kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan incidental, seperti Ekstrakurikuler Program Pendidikan Anti Korupsi. Penanaman nilai dengan model ini lebih mengutamakan pengolahan dan penanaman nilai melalui suatu kegiatan untuk dibahas dan dikupas nilai-nilai hidupnya. Model ini dapat dilaksanakan oleh guru sekolah yang bersangkutan yang mendapat tugas tersebut atau dipercayakan pada lembaga di luar sekolah untuk melaksanakannya, misalnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Materi yang harus disampaikan sebagai berikut:

b. Tahapan Kegitatan dan Metode

Tahapan kegiatan ekstrakurikuler khusus pendidikan anti korupsi dapat dilakukan melalu tahapan, sebagai berikut.

1) Pemilihan agen Generasi Anti Korupsi, setiap kelas bisa diwakili 10 orang atau disesuaikan dengan kondisi.

2) Deklarasi Agen Generasi Anti Korupsi

3) Pelatihan mingguan / bulan (menyesuiakan dengan kondisi sekolah)

Materi pelatihan adalah Nilai-nilai anti korupsi yang disebutkan di atas. Pendekatan pelatihan menggunakan prinsip “belajar sambil bermain”. Motode atau teknik penyampaian materi pelatihan dapat melalui: a) Kolaborasi, kegiatan diskusi dari pengamatan fakta; b) Bermain peran; c) Debat; d) membuat poster, e) Dan lain-lain

2. Pendidikan Anti Korupsi terintegrasi melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pramuka

Disain Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan dalam konteks Kurikulum 2013, pada dasarnya berwujud proses aktualisasi dan penguatan capaian pembelajaran Kurikulum 2013, ranah sikap dalam bingkai KI-1, KI-2, dan ranah keterampilan dalam KI-4, sepanjang yang bersifat konsisten dan koheren dengan sikap dan kecakapan Kepramukaan.

Dengan demikian terjadi proses saling interaktif dan saling menguatkan (mutually interactive and reinforcing). Secara programatik, Ektrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan diorganisasikan dalam model blok, model aktualisasi, dan model regular di gugus depan. Apapun model yang dilaksanakan, Pendidikan Anti Korupsi sangat strategis ditanamkan dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Hal ini sesuai dengan prinsip kepramukaan yang menggunakan trisatya dan dasadarma sebagai ruhnya.

Identifikasi sikap Anti Korupsi dapat ditanamkan melalui

2. Pendidikan Anti Korupsi terintegrasi melalui Kegiatan OSIS

Pengembangan Pendidikan Anti Korupsi dalam kegiatan OSIS dimaksudkan untuk mendorong terjadinya internasilasi nilai dan tumbuhnya sikap dan perilaku Anti Korupsi melalui aktivitas dan pengalaman nyata siswa.

a. Identifikasi Nilai dan Perilaku Anti Korupsi

Nilai dan perilaku Anti Korupsi yang ditanamkan melalui pengembangan kegiatan OSIS dapat diidentifikasi sebagai berikut:

a. Menunjukkan sikap objektif, berorientasi pada kualitas kepribadian dan kemampuan profesional dalam memilih calon pengurus atau pemimpin.

b. Melaksanakan tugas atau pekerjaan sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab penuh keikhlasan dan rasa pengabdian.

c. Menunjukkan sikap terbuka dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan bersama.

d. Menunjukkan sikap terbuka dalam mengelola anggaran keuangan kegiatan.

e. Memiliki motivasi dan kreatifitas yang tinggi dalam mengemukakan gagasan Anti Korupsi.

f. Memiliki keberanian yang kuat untuk ikut serta melakukan pemberantasan tindak korupsi.

g. Memiliki wawasan dan pola pikir yang mantap dan luas mengenai perilaku Anti Korupsi.

h. Menunjukkan penghayatan dan apresiasi yang mendalam mengenai perilaku Anti Korupsi.

i. Memiliki berbagai sikap terpuji yang dapat menghindarkan diri perilaku korupsi.

j. Memiliki perasaan dan kesan yang kuat untuk menghindar dari perilaku korupsi.

b. Strategi Pengembangan

Pengembangan pendidikan Anti Korupsi melalui kegiatan kesiswaan dilakukan dengan strategi sebagai berikut:

1) Pemilihan pengurus organisasi

Melaksanaan pemilihan kepengurusan organisasi kesiswaan (OSIS) dan panitia kegiatan dilaksanakan secara demokratis dan obyektif sesuai dengan ketentuan peraturan dengan mengutamakan kemampuan dan kualitas siswa tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur subyektif yang mengarah kepada korupsi. Untuk itu perlu ditetapkan dan diumumkan secara terbuka syaratsyarat yang menonjolkan kualitas kepribadian dan kemampun profesional dari calon. Perlu dikembangkan pula sistem dan tata cara pemilihan secara terbuka disertai dengan penyampaian alasan yang objektif dan rasional.

2) Kredibilitas pengurus organisasi

Memastikan bahwa setiap anggota pengurus organisasi kesiswaan (OSIS) dan kepanitiaan kegiatan melaksanakan tugas pekerjaan masingmasing sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing dengan penuh dedikasi keikhlasan dan rasa pengabdian. Untuk itu setiap pengurus atau kepanitiaan perlu menuliskan setiap jenis pekerjaan yang telah dilakukan dalam jurnal kegiatan individual pengurus atau panitia yang sewaktu-waktu dapat dicek oleh siapa pun.

3) Keterbukaan organisasi

Semua hasil keputusan rapat, setiap rencana, proses pelaksanaan, dan hasil kegiatan kesiswaan diumumkan secara tertulis di dalam Papan Informasi Kegiatan Siswa secara terbuka. Untuk itu setiap proses dan hasil keputusan rapat ditulis dalam berita acara yang ditandatangani dan disahkan oleh pengurus atau panitia kegiatan.

4) Akuntabilitas organisasi

Setiap kegiatan kesiswaan harus disertai dengan rencana anggaran kegiatan secara rinci, dan setiap selesai pelaksanaan kegiatan sesegera mungkin atau secepatnya ditulis laporan keuangan sesuai dengan apa adanya memuat rincian segala jenis penerimaan dan pengeluaran secara lengkap disertai dengan bukti-bukti yang sah.

Rencana dan realisasi anggaran sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan kegiatan tersebut diumumkan di Papan Informasi Kegiatan Siswa disertai dengan foto copy semua bukti penerimaan dan pengeluarannya.

5) Pemanfaatan media sekolah

Menyediakan rubrik Anti Korupsi sebagai rubrik tetap di samping rubrik-rubrik lainnya dalam Majalah Dinding Siswa. Rubrik ini diisi secara bergiliran oleh setiap kelas. Pengisian rubrik Anti Korupsi ini bisa dilombakan dan diberikan penghargaan dan/atau hadiah yang menarik bagi para pemenangnya. Penilaian dalam lomba dilakukan secara objektif dan transparan. Hasil penilaian secara rinci dimumkan dalam rubrik itu pula. Lomba bisa dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk beberapa edisi secara bersambung. Rubrik Anti Korupsi bisa diisi dengan kisah nyata, karikatur, puisi, sajak, cerpen, cerita bergambar, opini atau ulasan dan sebagainya. Jika sekolah juga menerbitkan Majalah Siswa rubrik Anti Korupsi ini juga harus dijadikan rubrik tetap.

6) Kegiatan lomba dalam peringatan hari besar

Pada peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan bisa dilakukan berbagai lomba yang mengandung muatan Anti Korupsi. Seperti lomba pidato Anti Korupsi, pembuatan dan pembacaan Puisi Anti Korupsi, menulis cerpen Anti Korupsi, membuat poster Anti Korupsi, membuat cergam Anti Korupsi, membuat karikatur Anti Korupsi, lomba cipta lagu Anti Korupsi, dan sebagainya. Hasil berbagai lomba tersebut, terutama poster, puisi, karitakur, cergam, sajak atau yang lainnya dapat dipasang secara permanen di sudut-sudut sekolah, sehingga dapat menumbuhkan rasa kebanggaan melestarikan memori Anti Korupsi pada diri siswa.

7) Dialog dan Kegiatan ilmiah

Pada saat-saat tertentu, baik pada saat peringatan hari besar nasional atau hari besar keagamaan maupun setiap saat bisa dilakukan dialog, ceramah, diskusi, seminar, atau kegiatan sejenis bertemakan Anti Korupsi dengan mengundang nara sumber yang berkompeten dari luar sekolah, seperti Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Pengacara, Ulama, mantan Narapidana korupsi, Mahasiswa, atau sumber-sumber lain yang bisa memberikan pencerahan, tambahan wawasan, memotivasi semangat, dan mendorong tumbuhnya perilaku Anti Korupsi.

8) Kegiatan Pentas Seni dan Pameran

Pada akhir atau awal tahun pelajaran dilaksanakan Pentas Seni Siswa dengan menunjukkan sikap kreativitas dan apresiasi siswa di berbagai bidang seperti drama, pantomim, puisi, lagu, dan sebagainya yang mengandung nilai dan perilaku Anti Korupsi. Selain itu juga bisa dilaksanakan pameran hasil karya siswa dengan menampilkan produk unggulan dari sekolah. Pelaksanaan pameran hasil karya dapat dirancang dengan memberikan muatan nilai dan prilaku Anti Korupsi.

9) Kegiatan Kejuaraan Olahraga

Berbagai kegiatan dan kejuaraan olahraga perlu ditekankan pada internalisasi nilai dan penumbuhan sikap yang mendukung perilaku Anti Korupsi, seperti kerja keras, disiplin, sportifitas, taat aturan, anti kecurangan, beroirentasi pada prestasi, sabar, jujur, dan sebagainya. Sosialisasi pemberian pemahaman kepada siswa tentang lebih pentingnya beberapa sikap dan perilaku tersebut dibanding hanya sekedar mengejar kemenangan dalam pertandingan perlu selalu dilakukan.

Karena itu penilaian terhadap kegiatan dan kejuaraan olahraga siswa yang selama ini hanya berdasarkan pada hasil kemenangan dalam pertandingan perlu diubah dengan penilaian yang berdasarkan kriteria beberapa sikap dan perilaku di atas. Dengan demikian yang meraih juara bukan lagi mesti yang menang dalam

pertandingan, tetapi bisa yang terbaik, kerja keras, yang paling disiplin dan taat aturan, paling jujur, paling sportif, dan sebagainya.

10) Kunjungan lapangan

Penanaman nilai dan perilaku Anti Korupsi juga bisa dilakukan melalui kegiatan kunjungan lapangan untuk mengetahui secara faktual peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan korupsi, seperti menyaksikan sidang peradilan kasus korupsi, menyaksikan Sidang Pleno DPRD yang membahas tentang RAPBD, kunjungan ke LP, yang terdapat narapidana korupsi dan sebagainya. Kegiatan ini akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat, mendengar, dan mungkin ikut merasakan sendiri berbagai peristiwa yang berkaitan dengan korupsi sehingga dapat memberikan kesan yang lebih mendalam.

Di samping berbagai kegiatan di atas masih banyak berbagai kegiatan kesiswaan lainnya yang dapat dikembangkan dengan desain yang bisa menjadi strategi bagi Pendidikan Anti Korupsi di sekolah. Pilihan bentuk dan strategi kegiatan kesiswaan ini tergantung dari kondisi riil dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing sekolah.

B. Pendidikan Anti Korupsi melalui Insersi dalam Mata Pelajaran

Wujud dari pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana, maka setiap tahapan proses pembelajaran merupakan langkah-langkah berkesinambungan dan konsisten untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Proses tersebut, dapat dilakukan melalui langkah insersi. Makna insersi di sini adalah melekatkan pendidikan Anti Korupsi dalam materi yang ada, khususnya di mata pelajaran PPKn. Jadi tidak menambah materi baru.

Adapun tahapan insersi dilakukan dalam tiga tahap yakni inisiatif merancang, sertakan peserta didik, dan siapkan jejaring. Tiga langkah ini menjadi kendali untuk efektifnya proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Langkah-langkah yang harus ditempuh adalah

1. Inisiatif Merancang.

Buatlah perencanaan yang matang atas inisiatif pendidik. Rancangan bisa dibuat sesuai kebutuhan, dengan format yang sesuai kebutuhan.

2. Sertakan Peserta Didik.

Lakukan kegiatan belajar yang melibatkan semua indera peserta didik. Buat aktivitas yang menarik dan menyenangkan.

3. Siapkan Jejaring.

Jangan berhenti dengan pembelajaran di kelas, luaskan ke sekolah, keluarga, dan masyarakat, dengan melibatkan semua pihak.

Lebih lanjut terjabar dalam table berikut.

Langkah 1: Inisiatif merancang

Langkah 2: Sertakan Peserta Didik

Langkah 3: Siapkan Jejaring

1. Satukan pemahaman dan langkah insersi dalam MGMPS di tingkat sekolah (Jika guru mapel lebih dari satu)

2. Membangun sinergi untuk mengefektifkan penguatan karakter Anti Korupsi di tingkat sekolah antara Guru mata pelajaran dengan guru lain di satu sekolah.

3. Membangun sinergi dan sharing praktek baik pendidikan Anti Korupsi antar guru mata pelajaran dalam forum MGMP;

4. Membangun sinergi antara sekolah dengan orang tua;

5. Membangun sinergi antara sekolah dan orang tua di lingkungan sekolah;

6. Membangun sinergi antara guru mata pelajaran dengan kelompok professional lainnya.

Nilai dan perilaku Anti Korupsi yang diinersikan dalam mata pelajaran dapat diidentifikasi sebagai berikut:

C. Pembudayaan, Pembiasaan Nilai Pendidikan Anti Korupsi dalam Seluruh Aktivitas dan Suasana Sekolah

Penanaman nilai-nilai Anti Korupsi dapat juga ditanamkan melalui pembudayaan dalam seluruh aktivitas dan suasana sekolah. Untuk menumbuhkan budaya Anti Korupsi sekolah perlu merencanakan suatu budaya dan kegiatan pembiasaan. Pembiasaan yang baik akan membentuk sosok manusia yang berkepribadian yang baik pula. Sebaliknya, pembiasaan yang buruk akan membentuk sosok manusia yang berkepribadian yang buruk pula.

Berdasarkan pembiasaan itulah siswa terbiasa menurut dan taat kepada peraturanperaturan yang beralaku di sekolah dan masyarakat, setelah mendapatkan pendidikan pembiasaan yang baik di sekolah pengaruhnya juga terbawa dalam kehidupan seharihari di rumah dan sampai dewasa nanti.

Pengembangan pendidikan Anti Korupsi melalui pembiasaan perilaku di sekolah dimaksudkan untuk menciptakan atmosfir dan menumbuhkan budaya Anti Korupsi di lingkungan sekolah. Melalui pembiasaan perilaku akan terjadi pengulangan perilaku secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama, sehingga perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang tersebut lambat laun secara pasti akan memibiasa dan membudaya dalam kehidupan sehari-hari.

Identifikasi Nilai dan Perilaku Anti Korupsi

Nilai dan perilaku Anti Korupsi yang ditanamkan melalui pembiasaan perilaku dapat diidentifikasi sebagai berikut:

a. Memiliki semangat dan komitmen Anti Korupsi yang kuat.

b. Berperilaku terbuka, tanggung jawab dan menjunjung tinggi kepentingan umum.

c. Berperilaku jujur pada diri sendiri dan orang lain dalam melakukan transaksi.

d. Berperilaku hanya mau menerima sesuatu yang memang menjadi hak atau miliknya atau tidak mau mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Strategi Pembiasaan Perilaku Anti Korupsi di Sekolah

a. Penyampaian Komitmen Anti Korupsi dalam Upacara

Proses pembiasaan perilaku Anti Korupsi memerlukan adanya komitmen yang kuat dan tahan lama. Hal ini berarti perlu membangun komitmen secara terus menerus dengan berkelanjutan. Upaya membangun komitmen ini bisa dilakukan dengan cara membacakan naskah “Komitmen Anti Korupsi” pada setiap kegiatan upacara, baik upacara setiap hari Senin, upacara setiap tanggal 17, maupun upacara pada hari-hari besar nasional. Pembacaan naskah “Komitmen Anti Korupsi” bisa dilakukan oleh salah satu siswa untuk kemudian ditirukan oleh semua peserta upacara.

b. Pengadaan Kas Sosial Kelas

Pembiasaan perilaku Anti Korupsi juga dapat dilakukan melalui pengadaan Kas Sosial Kelas. Kebiasaan mengelola keuangan Kas Sosial Kelas secara jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab akan dapat membentuk pembiasan terhadap perilaku tersebut. Lebih dari itu dengan Kas Sosial Kelas dapat membiasakan siswa untuk menjunjmung tinggi dan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.

c. Pengadaan Pos Kehilangan dan Benda Tak Bertuan

Salah satu perwujudan sikap jujur adalah tidak mau memiliki sesuatu benda apa pun yang bukan miliknya, meskipun benda itu hasil temuan dan ternyata tidak ada yang memiliki. Pembiasaan sikap ini sangat efektif dan relevan untuk dapat menghindari perilaku korupsi. Salah satu upaya untuk membiasakan sikap tersebut adalah dengan mengadakan Pos Kehilangan dan Benda Tak Bertuan. Pos ini berfungsi sebagai tempat penampungan benda-benda yang ditemukan oleh setiap warga sekolah, baik yang ada pemiliknya maupun tidak ada pemiliknya.

Warga sekolah yang merasa kehilangan sesuatu setiap saat bisa datang ke Pos tersebut untuk mencari barang miliknya yang hilang ada ditemukan orang lain dan diserahkan ke Pos tersebut. Tata cara dan mekanisme kerja pada Pos Kehilangan dan Barang Tak Bertuan ini bisa dirancang dengan semangat prasangka baik, namun harus disertai dengan mekanisme klarifikasi dengan mencatat identitas diri dan barang yang miliknya yang diambil, bagi seseorang yang mengaku kehilangan barang harus menyebutkan ciri-ciri, warna, atau bentuk barang yang dimaksud.

d. Salam dan Yel-yel Anti Korupsi

Pembiasaan perilaku Anti Korupsi harus disertai dengan penciptaan atmosfir yang mendukung. Atmosfir Anti Korupsi bisa diciptakan melalui pembiasaan “Salam” dan “Yel-yel” yang secara ekstrim dan eksplisit menolak perilaku korupsi. Salam Anti Korupsi bisa dikembangkan melalui pembiasaan pemberian salam seperti “korupsi... No!”, “Anti Korupsi... Yes!”

Setiap warga sekolah yang berjumpa di jalan atau tempat-tempat lain, atau dalam pertemuan-pertemuan warga sekolah, atau bahkan pada saat akan memulai dan mengakhiri pembelajaran di kelas, setelah pemberian salam secara keagamaan dengan “Assalamu’alaikum – Wa’alaikum Salam” atau setelah ucapan salam “Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam” dilanjutkan dengan pemberian salam dengan ucapan: “korupsi....” yang dijawab dengan “No...” sambil menaikkan kepalan tangan ke atas; “Anti Korupsi...” yang dijawab dengan “Yes....”. sambil menurunkan kepalan tangan ke bawah. Pemberian salam dan jawabannya dilakukan dengan suara tegas penuh semangat.

e. Pemasangan Poster atau Karikatur

Penciptaan atmosfir Anti Korupsi di sekolah juga dapat dilakukan dengan pemasangan poster atau karikatur yang mengandung nilai dan perilaku Anti Korupsi. Poster memuat slogan yang berupa kata-kata hikmat yang bermakna dan menimbulkan kesan mendalam. Poster hendaknya merupakan hasil karya siswa dan dipasang secara cantik di sudut-sudut ruang atau gedung sekolah sehingga juga dapat menambah keindahan. Begitu pula karikatur.

Pengadaan karikatur Anti Korupsi bisa dilakukan dengan mengadakan lomba di antara para siswa. Jika poster dan karikatur Anti Korupsi karya siswa tersebut di pasang di sudut-sudut ruang atau geduang sekolah akan menumbuhkan rasa bangga pada diri siswa yang selanjutnya dapat memperkuat komitmen Anti Korupsi pada dirinya.

f. Pembentukan kader (agen perubahan) penegak Anti Korupsi

Pembentukan kader agen perubahan penegak Anti Korupsi dapat dilakukan dengan membentuk perwakilan kelas. Setiap kelas diwakili oleh dua orang atau lebih dari kelas tersebut. Kriteria pemilihan kader kelas didasarkan pada loyalitas dan kredibititas siswa tersebut di kelas. Selanjutnya sekolah membimbing/melatih para wakil kelas tersebut untuk menjadi kader penegak Anti Korupsi.

g. Penyelenggaraan kantin kejujuran

Penyelenggaraan kantin kejujuran dapat dilakukan di sekolah. Sebelum kantin kejujuran disiapkan, sekolah menyosialisasikan keberadaan kantin tersebut dan menyampaikan prosedur pembeliannya. Keberadaan kantin harus di tempat terbuka, makdusnya kantin tersebut mudah di jangkau dan dapat diawasi dari berbagai sisi.

Secara berkala sekolah membuka kas dan mengevaluasi persediaan barang dan uang yang diterima. Pembukuan kantin diumumkan setelah diadakan evaluasi secara berkala.

D. Kemitraan Tripusat Pendidikan

Penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi dapat dilakukan melalui pengoptimalan fungsi kemitraan tripusat pendidikan yang meliputi: sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keterlibatan tripusat Pendidikan dalam penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi dapat dilaksanakan sebagai berikut.

Penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi di sekolah dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu kegiatan ekstrakurikuler, insersi dalam mata pelajaran yang relevan, dan kegiatan pendidikan lain yang terkait dengan pengembangan karakter.

b. Keluarga

Penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi di sekolah harus diimbaskan dalam keluarga semua warga sekolah. Pengimbasan ini dapat dilakukan dengan cara:

1) Sekolah menyosialisasikan kegiatan pendidikan Anti Korupsi kepada orang tua siswa

2) Laporan kegiatan siswa sehubungan dengan Pendidikan Anti Korupsi diketahui dan ditandatangani oleh orang tua siswa.

c. Masyarakat

Pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi dapat dilakukan melalui:

1) Masyarakat sebagai narasumber. Dalam hal ini sekolah dapat mengundang tim dari kepolisian, kejaksaan, komisi pemberantasan korupsi, dan instansi lain yang berwenang dalam hal pemberantasan korupsi.

2) Masayarakat sebagai objek pengamatan bagi peserta didik dalam kegiatan Pendidikan Anti Korupsi.

BAB III PENUTUP

Pendidikan Anti Korupsi adalah suatu hal penting dalam upaya pemberantasan korupsi. Pemberantasan korupsi bukan hanya menyangkut bagaimana menangkap dan memidanakan pelaku tindak pidana korupsi, tapi lebih jauh adalah bagaimana mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang melalui pendidikan Anti Korupsi,

Pendidikan Anti Korupsi yang diberikan di sekolah diharapkan dapat menyelamatkan generasi muda agar tidak menjadi penerus tindakan-tindakan korup generasi sebelumnya. Tapi hanya saja memberikan pendidikan Anti Korupsi bukan hal mudah.

Pendidikan Anti Korupsi harus ditekankan pada nilai Moralitas. Moralitas menjadi bidikan utama langkah preventif pemberantasan korupsi karena moralitas akan menentukan tingkah laku. Karena itu, wajar jika moralitas perlu diperbaiki dengan berbagai cara, misalnya melalui pendidikan dan penyehatan mental masyarakat. Kesehatan mental (mental health higine) masyarakat juga terus ditingkatkan melalui pendidikan formal, informal dan nonformal, termasuk melalui pendidikan budi pekerti, wawasan kebangsanaan, dan pendidikan agama. Siswa-siswa juga perlu ditingkatkan kesadaran moralnya, termasuk meningkatkan kesejahteraannya.

Berikut link download Contoh Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah atau Contoh Program Kerja Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah.

Link download Contoh Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah ( pdf )

Link download Contoh Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah ( word )

Demikian informasi tentang Contoh Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah atau Contoh Program Kerja Program Pendidikan Anti Korupsi di sekolah. Semoga ada manfaatnya terima kasih.

= Baca Juga =

You might also like, kumpulan permendikbudristek, permenpan rb, permendagri, dan info asn guru, no comments, social media.

Facebook

Search This Blog

Popular post, protected by dmca, subscribe us.

logo

  • Kenaikan Pangkat
  • Media Pembelajaran
  • Metode Pembelajaran
  • Karya Inovatif
  • Admin Sekolah

Home / Kesiswaan

Minggu, 8 Mei 2022 - 19:35 WIB

Pentingnya Penanaman Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini

contoh essay pendidikan anti korupsi

Penanaman pendidikan anti korupsi perlu dilakukan sejak dini sebab saat ini banyak orang yang melakukan tindak pidana korupsi. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal darurat korupsi oleh karena itu kalau korupsi terus dibiarkan maka akan berdampak pada penurunan nilai moral geerasi penerus bangsa di masa depan.

Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pencegahan kasus korupsi salah satunya yaitu penerapan pendidikan antikorupsi sejak dini. Saat ini Indonesia dihadapkan pada posisi yang cukup sulit menganai permasalahan moral yang belum selesai salah satunya yaitu korupsi .

Korupsi merupakan sebuah bentuk penyelewengan terhadap wewenang publik yang muncul karena kurangnya kontrol terhadap kekuasaan yang dimiliki serta terbukanya kesempatan untuk menyelewengkan kekuasaan yang dimiliki.

Kasus-kasus tersebut perlu segera diatasi secara tepat sebagai wujud kesadaran individu sebagai masyarakat yang peduli dengan kemakmuran bangsa dalam hal ini lembaga pendidikan menjadi salah satu wahana strategis untuk menanamkan nilai moral serta membekali generasi muda untuk tidak malakukan tindak pidana korupsi.

Penanaman pandidikan antikorupsi memerlukan suatu sistem yang mampu menyadarkan semua elemen bangsa untuk bergerak bersama memberantas korupsi. Cara yang paling efektif untuk mengatasi permasalahan ini adalah melalui media pendidikan.

Lembaga pendidikan memerlukan sebuah sistem pendidikan antikorupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi, cara pencegahan serta pelaporan dan pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. Pendidikan seperti ini perlu ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.

Pendidikan antikorupsi sangat penting bagi perkembangan psikologis siswa. Pola pendidikan yang sistematik dinilai mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi temasuk sanksi yang akan diterima apabila melakukan korupsi.

Sehingga dengan demikian akan tercipta generasi yang sadar serta memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi serta tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. Sehingga dengan begitu masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor.

Pendidikan antikorupsi merupakan sebuah tindakan untuk mengendalikan dan mengurangi korupsi. Tindakan tersebut berupa segala upaya untuk mendorong generasi yang akan datang untuk mengembangkan sikap menolak secara tegas dari setiap bentuk korupsi.

Mentalitas antikorupsi ini akan terwujud apabila individu secara sadar membina kemampuan generasi yang akan datang untuk mampu mengidentifkasi berbagai kelemahan dari sistem nilai yang terajadi pada era sekarang dan mampu memperbaharui sistem nilai tersebut dengan situasi yang baru.

Pendidikan antikorupsi yang ditanamkan melalui jalur pendidikan lebih efektif untuk membentuk karakter anti korupsi karena pendidikan merupakan proses perubahan sikap mental yang terjadi pada diri seseorang.

Melalui jalur ini maka pelaksanaan pendidikan antikorupsi lebih tersistem dan mudah untuk diukur yaitu perubahan perilaku antikorupsi. Perubahan sikap dari yang sebelumnya membiarkan dan memaafkan para koruptor ke sikap menolak secara tegas tindakan korupsi tidak akan pernah terjadi apabila individu secara tidak sadar membina kemampuan generasi yang akan datang untuk memperbaharui sistem nilai yang diwarisi untuk menolak korupsi sesuai dengan tuntutan yang muncul dalam setiap tahap pernjalanan bangsa.

Model penyelenggaraan pendidikan antikorupsi bisa diterapkan dengan tiga cara yaitu Model Terintegrasi dalam Mata Pelajaran, Model di luar Pembelajaran melalui kegiatan Ekstra Kurikuler serta Model Pembudayaan atau pembiasaan nilai pada seluruh aktivitas kehidupan siswa.

Sehingga dengan demikian perlu adanya perubahan baru dalam menanamkan karakter antikorupsi melalui lembaga pendidikan sehingga diperlukan komitmen kuat serta langkah yang konkrit dalam menanamkan nilai kejujuran pada diri setiap generasi muda supaya terbentuk pribadi mulia, jujur serta bertanggung jawab. Untuk membentuk karakter tersebut maka perlu peran nyata dari pihak sekolah, dukungan pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pendidikan antikorupsi yakni membuat siswa mengenal sejak dini terkait hal-hal yang berkenaan dengan korupsi sehingga tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi memahami sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi serta menciptakan generasi muda bermoral baik serta membangun karakter teladan agar generasi muda tidak melakukan korupsi sejak dini.

Kasus korupsi di Indonesia semakin banyak terjadi dengan berbagai jenis, modus, dan kompleksitas. Perkembangan kasus korupsi semakin meningkat dari tahun ke tahun baik dari segi jumlah kasus maupun kerugian yang dialami.

Kasus-kasus tersebut sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh paling sederhana yang sering terjaddi di lingkungan sekolah yakni menyontek, membolos, terlambat datang ke sekolah serta pelanggaran peraturan lainnya. Hal kecil seperti itu tidak boleh dibiarkan karena bisa menjadi bibit budaya korupsi.

Korupsi merupakan sebuah perilaku yang menyimpang, melanggar etika serta merugikan. Tanpa disadari korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap wajar oleh masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa mentalitas pelaku sangat lemah sehingga kurang menahan diri untuk tidak korupsi.

Oleh sebab itu membina kekuatan mental dan integritas generasi muda sangat penting untuk dilakukan. Generasi muda merupakan agent of change yakni sebagai penentu kemajuan atau kemunduran suatu negara.

Upaya pemberantasan korupsi yang selama ini dilakukan hanya terfokus pada tindakan pemberantasan dan pencegahan korupsi. Pendidikan antikorupsi dinilai menjadi cara paling efektif dalam upaya preventif korupsi.

Sehingga diperlukan suatu sistem pendidikan antikorupsi yang meliputi sosialisasi beragam bentuk korupsi, cara pencegahan, pelaporan, dan pengawasan tindak pidana korupsi. Pendidikan tersebut perlu ditanamkan secara terpadu dan berkelanjutan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Pendidikan antikorupsi merupakan tindakan mengendalikan dan mengurangi korupsi. Hal ini diharapkan untuk mendorong generasi muda untuk kritis terhadap nilai-nilai anti korupsi.

Berikut merupakan sembilan nilai antikorupsi yang perlu diajarkan untuk membentengi diri dari sikap koruptif. Sikap tersebut meliputi kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, kepedulian, kemandirian, disiplin, keadilan, kerja keras, dan keberanian.

Mentalitas antikorupsi dapat diwujudkan dalam memahami kelemahan sistem nilai yang diwariskan dan mengembangkan kemampuan generasi mendatang. Hal tersebut bertujuan untuk memperbarui sistem nilai terhadap situasi baru.

Pendidikan anti korupsi tidak hanya sebagai sarana transmisi pengetahuan tetapi juga menekankan pada pembentukan karakter. Tidak hanya itu pendidikan anti korupsi dapat menumbuhkan kesadaran moral yang menolak penyimpangan perilaku koruptif.

Pendidikan anti korupsi sangat penting bagi perkembangan psikologis anak yang mana mereka dapat mengenal lebih dini hal-hal terkait dengan korupsi sehingga dapat menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berintegritas tinggi untuk meminimalisir korupsi.

Pendidikan anti korupsi yang ditanamkan pada usia dini dapat dimulai dari hal-hal kecil dan disesuaikan dengan usia anak. Misalnya memberi pemahaman penuh tentang korupsi dan dampak buruk dari tindakan tersebut serta mengajarkan anak untuk selalu jujur dalam segala hal, melatih serta memberikan haknya.

Dengan mutu pendidikan yang berkualitas maka generasi muda Indonesia sudah terdidik menjadi individu yang bermoral, berkepribadian yang bertanggung jawab serta mengakui hak dan kewajibannya sebagai warga negara karena mutu kualitas pendidikan yang rendah mendorong munculnya praktik korupsi di masa depan.

Penerapan pendidikan anti korupsi sejak dini diharapkan dapat membekali generasi yang akan datang dengan pengetahuan tentang segala jenis korupsi. Pengetahuan yang diberikan sejak dini diharapkan akan membangun generasi muda untuk membangun Indonesia yang lebih berkrakter.

Untuk meningkatkan kompetensi Guru Ikutilah “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Kompetensi Sosial Emosional” yang diselenggarakan oleh e-guru.id 

DAFTAR SEKARANG

contoh essay pendidikan anti korupsi

Penulis : Erlin Yuliana

contoh essay pendidikan anti korupsi

Artikel Terbaru

  • Jadwal dan Tahapan Tes Seleksi CPNS dan PPPK 2024 yang Perlu Anda Ketahui
  • Fokus Pada 3 Kategori, Berikut Pelamar Prioritas PPPK Guru 2024
  • Cara Pengajuan Penerbitan SKTP dan Tamsil Guru 2024
  • SKTP Belum Valid? Jangan Harap Tunjangan Sertifikasi Triwulan 1 Cair
  • Rincian Besaran Tambahan Penghasilan Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi di Tahun 2024

IMAGES

  1. (DOC) essay anti korupsi

    contoh essay pendidikan anti korupsi

  2. Contoh Proposal Pendidikan Anti Korupsi

    contoh essay pendidikan anti korupsi

  3. Contoh Kata Pengantar Makalah Pendidikan Anti Korupsi

    contoh essay pendidikan anti korupsi

  4. Download 64 Gambar Poster Anti Korupsi Keren Gratis

    contoh essay pendidikan anti korupsi

  5. B. Indonesia

    contoh essay pendidikan anti korupsi

  6. Contoh Program Pendidikan Anti Korupsi Di Sekolah

    contoh essay pendidikan anti korupsi

VIDEO

  1. CHARACTER BUILDING

  2. WEBINAR IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI JENJANG PAUPDASMEN BATCH 3

  3. Tugas video "PENDIDIKAN ANTI KORUPSI"

  4. Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi "Nilai-Nilai Integritas"

  5. SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI SDN MANYARAN 02

  6. Pendidikan Anti Korupsi || Bab lV. Prinsip dan Nilai Anti Korupsi

COMMENTS

  1. 15 Contoh Soal Tentang Berani PENDIDIKAN Anti Korupsi Beserta Jawaban

    Baca Juga: 15 Contoh Korupsi di Sekolah dan Aktivitas Sehari-hari Terbaru 2023, Semua Wajib Tahu Perilaku Koruptif ini. Berikut adalah contoh soal berbentuk pilihan ganda dan essay tentang pedidikan anti korupsi yang bisa kamu jadikan sebagai bahan belajar.

  2. Contoh Esai Tentang Korupsi di Indonesia

    Berikut contoh esai tentang korupsi : Contoh 1 : Menelisik Aktivitas Korupsi dan Aktor yang 'Bermain Cantik' di Dalamnya. Korupsi adalah permasalahan laten yang seolah menjadi hal biasa di negeri ini. Berbagai kasus korupsi satu per satu terbongkar. Para koruptor sejatinya tak hanya berasal dari golongan politisi saja.

  3. 10 Contoh Soal dan Jawaban Anti Korupsi Essay, Untuk Menguji Penguasaan

    METROASPIRASIKU - Di dalam postingan ini, akan diberikan 10 contoh soal dan jawaban anti korupsi essay.Dimana siswa harus menjawab dalam bentuk uraian. Pendidikan anti korupsi memiliki peran sentral dalam upaya global untuk memerangi praktik korupsi yang merusak.

  4. 10 Contoh Soal dan Jawaban Anti Korupsi Essay, Untuk Menguji Penguasaan

    Berikut ini adalah 10 contoh soal dan jawaban anti korupsi essay yang bisa diberikan kepada siswa untuk sarana belajar. ... 10 Contoh Soal dan Jawaban Anti Korupsi Essay, Untuk Menguji Penguasaan Siswa Terhadap Pendidikan Anti Korupsi . Kuncoro - Selasa, 7 November 2023 | 11:00 WIB

  5. Makalah Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi

    MAKALAH Membangun Budaya Anti Korupsi Di Kalangan Mahasiswa Melalui Pendidikan Anti Korupsi Di Perguruan Tinggi Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah " PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN" Dosen Pengampu : Drs. Prihatin Tiyanto PH, MT Disusun oleh : MOCHAMMAD BILAL 151003622010346 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS ILMU EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG 2016 KATA PENGANTAR ...

  6. (PDF) PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI

    PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI. 1) Afifah Mahdiy Mufidah, 2) Guruh Aryo Santoso, 3) Muhammad Amar Ma'ruf. Politeknik Keuangan Negara STAN, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia. E ...

  7. Makalah Pendidikan Anti Korupsi Di Perguruan Tinggi

    Makalah ini membahas tentang pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi untuk membangun budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa. Pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada mahasiswa dan memotivasi peran serta mereka dalam gerakan anti korupsi. Makalah ini menjelaskan pengertian korupsi, faktor penyebab dan dampaknya, serta nilai dan ...

  8. Contoh Esai Anti Korupsi: Mari Peduli Berjamaah Melawan Korupsi

    Tanyai sumber penghasilan suami, ingatkan pentingnya menjaga integritas. Ucapkan dengan lantang, "lebih baik uang sedikit namun halal, daripada berlimpah uang hasil curang (korupsi).". Bukan malah sebaliknya menjerumuskan, "Ah sikat aja Mas. Ga apa-apa, gak ada yang tahu. Kan enak, kita bisa liburan bareng.".

  9. PDF PENDIDIKAN ANTIKORUPSI SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH ...

    Pendidikan anti korupsi didasarkan pada pendidikan nilai yang tidak begitu membedakan secara tegas antara dua regulasi sosial yaitu moralitas dan konvensi. Dalam perspektif moral, perilaku yang baik dikatakan baik karena diterima secara universal dan merupakan kewajiban semua orang tanpa melihat apa yang dipikirkan ...

  10. Pendidikan Anti Korupsi: Konsep, Tujuan, dan Strategi

    Tujuan Pendidikan Anti Korupsi. Pendidikan anti korupsi memiliki beberapa tujuan umum, yaitu: Membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai integritas tinggi dan tidak mudah terlibat dalam praktik korupsi. Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat agar mereka dapat mematuhi hukum dan menuntut penegakan hukum terhadap pelaku korupsi.

  11. Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda Untuk Berperilaku Anti ...

    Abstract. Indonesian abstract: Artikel ini berjudul Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda Untuk Berperilaku Anti Koruptif melalui Pendidikan Anti Korupsi. Secara garis besar, masalah yang ingin dibahas adalah kesadaran generasi muda akan perannya sebagai agent of change bagi persoalan korupsi di Indonesia dan peran penting pendidikan anti korupsi dalam menumbuhkan kesadaran hukum generasi muda.

  12. PDF BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan 1. Kesimpulan Umum

    BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. A. Kesimpulan 1. Kesimpulan Umum. Berdasarkan analisis serta hasil pembahasan, maka secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan antikorupsi sangat penting untuk diwujudkan, karena melalui pendidikan inilah berlangsung pembinaan terhadap para siswa yaitu sebagai generasi muda penerus bangsa.

  13. Urgensi Pendidikan Antikorupsi terhadap Pencegahan Korupsi ...

    Primary education is the focus of providing anti-corruption education because it is at this level that the character building of a person, and anti-corruption education is actually character education. ... "Urgensi Pendidikan Antikorupsi terhadap Pencegahan Korupsi dalam Pendidikan Dasar." Jurnal Hukum Mimbar Justitia, vol. 6, no. 2, 30 Dec ...

  14. [Finalis Kompetisi Esai]-Indonesia Melawan Korupsi Dengan Sastra

    Ditambah lagi dengan data dari Indonesian Corruption Watch (ICW) yang dirilis pada Februari 2017 berhasil menemukan 482 kasus korupsi di negeri ini selama tahun 2016. Dari jumlah itu terdapat 1.101 orang tersangka dan total nilai kerugiaan negara yang harus diterima sebesar Rp 1,45 triliun. Maraknya kasus korupsi di Indonesia sudah berlangsung ...

  15. (DOC) essay anti korupsi

    makalah upaya pemberantasan korupsi di indonesia. Muhammad Riyan. 1.1 Latar Belakang Istilah korupsi di Indonesia pada mulanya hanya terkandung dalam khazanah perbincangan umum untuk menunjukkan penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan pejabat-pejabat Negara.

  16. PDF Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi

    Pendidikan anti-korupsi diposisikan sebagai bagian pendidikan karakter bangsa yang sudah terlebih dahulu diterapkan dalam dunia pendidikan. Hal ini mengisyaratkan ... Sebagai contoh, peserta didik mengandaikan atau memerankan dirinya sebagai hakim, polisi, pengacara, atau pejabat publik lainnya. Dalam pelaksanannya, guru

  17. Essay Pend. Anti Korupsi.docx

    View Essay Pend. Anti Korupsi.docx from PENDIDIKAN 2020 at Yogyakarta State University. Nama : Feny Fadhillah Nim : 20809334159 Prodi : D4 Akuntansi Wates Judul : Pendidikan Anti Korupsi untuk ... Pendidikan Anti Korupsi bagi mahasiswa bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya serta ...

  18. Essay Anti Korupsi

    Scribd adalah situs bacaan dan penerbitan sosial terbesar di dunia.

  19. (Pdf) Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi Sebagai Upaya Mencegah

    Pendidikan Anti Korupsi bagi mahasiswa bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. ... dengan format tanda kurung, nama terkenal dari sarjanawan hukum, tahun terbit buku atau jurnal, serta halaman. Contoh bodynote: (Mahfud MD, 2013: 14-15); f ...

  20. PDF eSkripsi Universitas Andalas

    eSkripsi Universitas Andalas - eSkripsi Universitas Andalas

  21. Contoh Program Pendidikan Anti Korupsi Di Sekolah

    Tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan Anti Korupsi di sekolah adalah untuk: 1) Menanamkan nilai dan sikap hidup Anti Korupsi kepada warga sekolah; 2) Menumbuhkan kebiasaan perilaku Anti Korupsi kepada warga sekolah; 3) Mengembangkan kreativitas warga sekolah dalam memasyarakatkan dan membudayakan perilaku Anti Korupsi.

  22. Pentingnya Penanaman Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini

    Hal ini diharapkan untuk mendorong generasi muda untuk kritis terhadap nilai-nilai anti korupsi. Berikut merupakan sembilan nilai antikorupsi yang perlu diajarkan untuk membentengi diri dari sikap koruptif. Sikap tersebut meliputi kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, kepedulian, kemandirian, disiplin, keadilan, kerja keras, dan keberanian.